107 Kasus Kanker Payudara Tercatat di Tahun 2024, Dinkes Cimahi Dorong Deteksi Dini karena Peluang Sembuh Tinggi di Stadium Awal

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cimahi menekankan pentingnya skrining dan deteksi dini sebagai langkah utama menekan angka kematian akibat kanker payudara.

107 Kasus Kanker Payudara Tercatat di Tahun 2024, Dinkes Cimahi Dorong Deteksi Dini karena Peluang Sembuh Tinggi di Stadium Awal

INILAHKORAN.ID – Dinas Kesehatan (dinkes) kota cimahi menekankan pentingnya skrining dan deteksi dini sebagai langkah utama menekan angka kematian akibat kanker payudara. 

Berdasarkan data tahun 2024, terdapat 107 kasus kanker payudara di Cimahi, dan skrining di stadium awal dianggap kunci karena peluang kesembuhan masih sangat tinggi.
 
"Kami menganjurkan perempuan melakukan pemeriksaan payudara sendiri. Kalau ada keluhan, langsung hubungi tenaga kesehatan di Puskesmas atau fasilitas kesehatan lainnya," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Dinkes Cimahi Dwihadi Isnalini belum lama ini.
 
Dwihadi menjelaskan, penyebab kanker payudara di Cimahi sebagian besar terkait faktor genetik. 

"Sekitar 40 persen kasus karena ada riwayat keturunan," ujarnya. 

Selain itu, konsumsi makanan yang banyak mengandung bahan pengawet dan paparan asap rokok yang mengandung zat karsinogenik juga menjadi pemicu penyakit berbahaya ini.
 
"Kasus yang tercatat berasal dari berbagai sumber mulai dari perempuan yang langsung memeriksakan diri ke dokter, hingga yang menemukan benjolan sendiri dan kemudian berkonsultasi ke Puskesmas sebelum dirujuk ke dokter onkologi di RSUD Cibabat atau rumah sakit lainnya," ungkapnya.
 
Selain deteksi dini, Dinkes juga mengedepankan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) sebagai upaya pencegahan. Untuk penanganan, metode yang digunakan tergantung pada hasil tes dan stadium penyakit. 

"Ada yang dilakukan operasi, kemoterapi, atau hanya dengan obat-obatan saja, tergantung kondisi pasien," tandasnya. *** 


Editor : Ahmad Sayuti