1.200 Ton Sampah per Hari, Kabupaten Cirebon Mulai Melirik Energi dari Limbah
Saban hari tumpukan sampah di Kabupaten Cirebon terus bertambah. Angkanya tak kecil, sekitar 1.200 ton sampah diproduksi setiap hari.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Saban hari tumpukan sampah di Kabupaten Cirebon terus bertambah. Angkanya tak kecil, sekitar 1.200 ton sampah diproduksi setiap hari.
Di balik persoalan itu, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Cirebon mulai menyiapkan langkah berbeda yaitu mengubah sampah dari beban menjadi sumber energi.
DLH kini tengah mengkaji program waste to energy, sebuah konsep pengolahan sampah menjadi energi terbarukan.
Program ini diproyeksikan sebagai solusi jangka panjang, bukan hanya untuk menekan volume sampah, tetapi juga menjawab tantangan lingkungan dan kebutuhan energi di masa depan.
Kepala DLH Kabupaten Cirebon Dede Sudiono menyebut jumlah timbulan sampah di Cirebon justru menjadi modal utama. Pasalnya, teknologi waste to energy membutuhkan pasokan minimal sekitar 1.000 ton sampah per hari agar bisa beroperasi secara optimal.
"Dengan produksi sampah sekitar 1.200 ton per hari, Kabupaten Cirebon sebenarnya sudah sangat memenuhi syarat. Ini peluang besar yang bisa kita manfaatkan," ujar Dede, Kamis 29 Januari 2026.
Menurutnya, selama ini sebagian besar sampah masih berakhir di TPA. Kondisi tersebut menimbulkan tekanan besar terhadap daya tampung dan berpotensi memicu persoalan lingkungan. Mulai dari pencemaran hingga konflik sosial di sekitar lokasi pembuangan.
"Melalui skema waste to energy, beban TPA diharapkan dapat ditekan secara signifikan. Sampah akan diolah, sementara residu yang tersisa jauh lebih sedikit dibanding sistem pembuangan konvensional," ungkap Dede.
Tak hanya berdampak pada lingkungan lanjutnya, program ini juga dinilai memiliki nilai tambah ekonomi. Sampah yang selama ini dianggap tak bernilai bisa dikonversi menjadi energi listrik atau bentuk energi lain yang bermanfaat bagi masyarakat maupun sektor industri.
"Ini bukan hanya soal kebersihan lingkungan, tapi juga soal nilai ekonomi. Sampah bisa menghasilkan energi, dan itu memberi manfaat ganda," kata Dede.
Saat ini, akunya, DLH Kabupaten Cirebon mulai membuka peluang kerja sama dengan investor swasta yang memiliki teknologi dan pengalaman di bidang pengolahan sampah berbasis energi. Pemerintah daerah, siap memfasilitasi kerja sama yang berkelanjutan dan saling menguntungkan.
"Saya optimistis minat investor akan serius karena ketersediaan bahan baku sampah yang melimpah. Ini juga mendapat dukungan dari pemerintah terhadap pengembangan energi terbarukan," jelasnya.
Dede berharap, program waste to energy tidak hanya menjadi jawaban atas krisis sampah, tetapi juga menandai pergeseran cara pandang. Mulai dari sampah sebagai masalah, menjadi potensi pembangunan daerah di masa depan.
Editor : Doni Ramdhani
