1.780 SPPG Disetop Sementara Demi Perbaikan, BGN: Akan Berubah juga Angkanya
BGN saat ini telah menghentikan 1.780 SPPG untuk sementara waktu.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Saat ini, terdapat sekitar 1.780 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang dihentikan sementara dari total 26.800 unit oleh Badan Gizi Nasional (BGN).
Kepala BGN Dadan Hindayana menuturkan, angka tersebut hanya bersifat dinamis dan dapat berubah seiring proses perbaikan.
"Jadi sangat dinamis sehingga sekarang ada sekitar 1.780 (SPPG) yang kita hentikan sementara. Mungkin dalam seminggu, dua minggu akan berubah juga angkanya," ungkap Dadan.
Dalam pengetatan standar, BGN mengambil langkah tegas terhadap SPPG yang belum memenuhi persyaratan.
Dadan menyebutkan, SPPG yang belum memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) atau belum mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) akan dihentikan sementara.
"Jadi saya sampaikan di sini bahwa SPPG-SPPG yang tidak memiliki IPAL, kemudian ada SPPG yang belum daftar SLHS, kita hentikan dulu sementara," jelasnya.
Dia melanjutkan, "ketika sudah daftar SLHS tapi satu bulan belum keluar sertifikatnya, kita hentikan sementara, tegasnya."
Dadan menuturkan bahwa upaya pengawasan dan perbaikan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak dilakukan melalui pembentukan tim khusus baru, melainkan melalui struktur internal yang sudah berjalan.
Pengawasan juga diperkuat oleh inspektorat untuk menangani persoalan yang lebih rinci di lapangan.
Seluruh mekanisme tersebut terus berjalan dengan target peningkatan kualitas dan efektivitas program sesuai Arah Presiden Prabowo Subianto pada tahun 2026.***
Editor : Irma Nurfajri

