Ada Pelindung Baru di Pantai Mundu

Ada Pelindung Baru di Pantai Mundu
MANGROVE: PMI Kabupaten Cirebon menanam 2.500 bibit mangrove di Pantai Mundu Pesisir.(INILAH/MAMAN SUHARMAN)

INILAH, Cirebon- Pantai Mundu Pesisir punya pelindung baru. Di tengah ancaman abrasi yang perlahan mengikis bibir pantai Kabupaten Cirebon, secercah harapan tumbuh bersama 2.500 bibit mangrove.

Ribuan tanaman hijau ini baru saja ditanam Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Cirebon tepat pada Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 PMI, Kamis (15/10).

Bagi masyarakat pesisir Mundu, aksi ini bukan sekadar seremonial ulang tahun. Ini adalah langkah nyata untuk menyelamatkan halaman rumah mereka dari amukan ombak.

Ketua PMI Kabupaten Cirebon, Hj Rd Sri Heviyana, menegaskan bahwa urusan kemanusiaan tidak bisa dipisahkan dari kelestarian lingkungan. Saat alam rusak, manusialah yang akan menanggung dampaknya.

“PMI tidak hanya bergerak saat bencana sudah terjadi. Kami ingin hadir lebih awal, menjaga alam agar bencana itu bisa dicegah,” ungkap Heviyana dengan penuh harap.

Sebelum bibit-bibit ini ditancapkan ke tanah berlumpur, tim PMI telah menyusuri pesisir Cirebon. Pilihan akhirnya jatuh pada Mundu Pesisir. Di desa ini, benteng alami pantai sudah sangat menipis, namun masih ada ruang dan harapan bagi mangrove untuk tumbuh dan mencengkeram tanah.

Bagi Heviyana dan warga setempat, ribuan mangrove ini adalah investasi masa depan. Jika dirawat dengan baik, hutan bakau ini tidak hanya akan menjadi tameng dari abrasi, tetapi juga bisa menyulap wajah desa menjadi destinasi wisata alam yang asri. Perekonomian warga pun bisa ikut terangkat.

Namun, menanam hanyalah langkah awal dari sebuah perjalanan panjang. Musuh terbesar dari gerakan penghijauan seperti ini adalah kelalaian setelah acara usai. Tanpa kepedulian, bibit-bibit kecil ini akan mati tersapu ombak sebelum sempat tumbuh besar.

PMI menitipkan masa depan pesisir ini kepada pemerintah desa dan masyarakat setempat. Butuh tangan-tangan peduli dari warga Mundu sendiri untuk merawat, menjaga, dan memastikan setiap bibit bakau ini tumbuh kuat menjadi benteng pelindung bagi anak cucu mereka kelak.

“Kami berharap mangrove ini menjadi investasi lingkungan bagi generasi penerus dan membantu mengurangi risiko bencana di kawasan pesisir,” ungkapnya.

Selain persoalan abrasi, PMI Kabupaten Cirebon turut memberikan perhatian terhadap kebutuhan air bersih masyarakat pesisir.

Dalam kegiatan yang sama, PMI menyalurkan bantuan air bersih beserta tandon penampungan kepada warga Desa Mundu Pesisir. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan air untuk aktivitas sehari-hari.

(maman suharman)


Editor : Inilahkoran