Ada Puluhan Warga Yang Tertimbun di Longsor Gunung Kuda, Keluarga Korban Trauma
Longsor pertambangan batu Gunung Kuda yang berlokasi di Desa Cipanas, Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon, Jumat (30/5) sekitar pukul 10.45 WIB, menyisakan duka mendalam keluarga korban.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Cirebon - longsor pertambangan batu gunung kuda yang berlokasi di Desa Cipanas, Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon, Jumat (30/5) sekitar pukul 10.45 WIB, menyisakan duka mendalam keluarga korban.
Salah satu warga yang enggan disebutkan namanya mengatakan, saat longsor terjadi ada sekitar 20 orang lebih penambang yang ikut terkubur. Tidak itu saja, tiga beko dan satu dum truck juga ikut tertimbun.
Detik detik saat kejadian, warga ini mengaku tidak ada tanda-tanda longsor akan terjadi. Namun tiba-tiba saja, suara gemuruh disertai longsornya material tanah dan batu langsung menimpa para penambang.
"Saya kanget dan langsung lari sekuat tenaga menjauh dari area longsor. Kejadiannya tiba-tiba dan para penambang banyak yang tidak sempat meloloskan diri," ungkapnya.
Sampai berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak kepolisian. Namun dari tim Format Laporan Cepat Bidang Kesehatan Kabupaten Cirebon merilis hasil sementara jumlah korban.
Tercatat sampai saat ini ada empat orang meninggal dunia yaitu Rian firmansyah, Rio, Rino dan Siswanto. Sementara, 9 orang lainnya luka ringan. Namun data tersebut kemungkinan bisa bertambah karena tim evakuasi sampai saat ini masih melakukan pencarian korban yang masih tertimbun reruntuhan.
Seperti diberitakan sebelumnya, tempat pertambangan galian batu itu kembali longsor, Jumat 30 Mei 2025, sekitar pukul 10.45 WIB. Kabarnya ada belasan orang yang saat ini masih tertimbun reruntuhan tanah dan batu.
Hingga pukul selepas sholat Jumat, tim SAR gabungan masih berjibaku melakukan pencarian korban. Longsoran yang cukup besar itu terjadi di area tambang batu, dengan ketinggian tebing longsoran diperkirakan mencapai 200 meter.
Koordinator Pusat Basarnas Cirebon, Sarief Prabowo, menyebutkan, saat ini ada empat orang dinyatakan meninggal dunia. Korban meninggal telah dievakuasi ke Rumah Sakit Gunung Jati. Sementara korban luka-luka dilarikan ke RS Sumber Waras dan RS Arjawinangun.
"Untuk jumlah pasti korban masih dalam pendataan. Namun kami mengasumsikan lebih dari sepuluh orang masih tertimbun, karena ada tiga ekskavator dan beberapa truk yang ikut tertimbun,” ungkap Sarief.
Menurutnya, kedua korban yang dinyatakan meninggal dunia ditemukan tim gabungan saat masih didalam mobil. Medan yang berat dan material longsor berupa batu membuat proses pencarian tidak bisa dilakukan secara manual. Hingga kini, empat unit alat berat telah dikerahkan untuk mempercepat evakuasi.
Sarief meminta masyarakat yang berada di sekitar lokasi untuk menjauh, karena dikhawatirkan terjadi longsor susulan.
Sampai saat ini, penyebab longsor masih dalam penyelidikan pihak kepolisian. Namun saat ini tim SAR fokus menyelamatkan korban yang diduga masih ada yang tertimbun.
Diketahui, insiden serupa pernah terjadi di lokasi yang sama pada tahun 2014. Kini kejadian kembali terulang dan kembali menelan korban jiwa. ***
Editor : JakaPermana
