Akhirnya Pataraksa Ditata
PEMERINTAH Kabupaten Cirebon akhirnya melakukan perbaikan dan penataan Taman Pataraksa di kawasan Sumber.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
Oleh : Maman Suharman
Saat matahari mulai condong ke barat, suasana Taman Pataraksa di kawasan Sumber, Kabupaten Cirebon, perlahan berubah ramai.
Warga berdatangan untuk sekadar duduk santai, bercengkerama bersama teman, atau menikmati makanan dan minuman yang dijajakan pedagang di sekitar taman.
Bagi mereka, taman yang berada di pusat pemerintahan Kabupaten Cirebon itu bukan sekadar ruang terbuka.
Taman Pataraksa telah menjadi tempat melepas penat setelah menjalani aktivitas seharian, sekaligus ruang pertemuan sederhana bagi masyarakat.
Keramaian biasanya semakin terasa saat malam tiba. Terlebih pada akhir pekan atau malam Minggu, ketika warga datang bersama teman maupun keluarga untuk menikmati suasana malam di kawasan Sumber.
Namun, di balik aktivitas yang terus berlangsung, kondisi sejumlah bagian taman dinilai sudah membutuhkan pembenahan. Fasilitas yang lama tidak diperbaiki membuat penataan kawasan tersebut menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Cirebon.
Kini, pemerintah daerah mulai melakukan perbaikan dan penataan Taman Pataraksa dengan menyiapkan anggaran sekitar Rp400 juta. Pekerjaan ini diharapkan tidak hanya memperindah kawasan, tetapi juga membuat warga semakin nyaman menikmati ruang publik tersebut.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Cirebon, Dede Sudiono, mengatakan perbaikan dilakukan untuk mengembalikan tampilan taman agar lebih rapi dan menarik.
Menurut dia, Taman Pataraksa menjadi salah satu ruang publik yang cukup ramai dikunjungi masyarakat, terutama pada sore hingga malam hari. Kondisi tersebut membuat pemeliharaan fasilitas taman perlu mendapat perhatian.
“Perbaikan ini supaya kondisi Taman Pataraksa lebih enak dilihat. Masyarakat yang datang menikmati suasana sore maupun malam hari juga tidak terganggu dengan kondisi taman yang memang sudah cukup lama tidak diperbaiki,” kata Dede.
Ia menjelaskan, sejumlah bagian menjadi sasaran pembenahan, mulai dari lantai bagian atas taman hingga bekas gapura yang sebelumnya ambruk. Pengecatan dan pekerjaan perbaikan lainnya juga dilakukan untuk memperbaiki tampilan kawasan.
“Yang diperbaiki di antaranya lantai atas, kemudian bekas gapura yang ambruk dirapikan. Ada juga pengecatan dan perbaikan lainnya,” ujarnya.
Dede berharap, penataan tersebut membuat Taman Pataraksa terlihat lebih tertib dan nyaman. Dengan begitu, keberadaan taman sebagai ruang publik di pusat pemerintahan Kabupaten Cirebon dapat dimanfaatkan masyarakat secara lebih optimal.
Bukan Sekadar Nongkrong Bagi Banu, warga Sumber, Taman Pataraksa sudah menjadi salah satu tempat yang akrab dalam kesehariannya. Hampir setiap malam, ia datang bersama teman-temannya untuk menghabiskan waktu setelah menjalani rutinitas.
Tak ada kegiatan khusus yang harus dilakukan. Duduk bersama, mengobrol, menikmati makanan, atau sekadar menyeruput kopi sudah cukup untuk mengisi waktu luang.
Keberadaan pedagang makanan dan minuman di sekitar taman turut membuat suasana semakin hidup. Warga bisa menikmati waktu bersama tanpa harus pergi jauh untuk mencari tempat berkumpul.
“Hampir setiap malam saya sama teman-teman nongkrong di sini. Bisa sambil makan atau ngopi. Kalau malam memang ramai,” kata Banu.
Bagi warga seperti Banu, kenyamanan taman menjadi hal penting karena tempat tersebut bukan hanya dikunjungi sesekali, melainkan menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari.
Karena itu, perbaikan Taman Pataraksa diharapkan membawa perubahan yang benar-benar dirasakan pengunjung. Bukan hanya dari tampilannya yang lebih sedap dipandang, tetapi juga dari kondisi fasilitas yang lebih baik untuk menunjang aktivitas masyarakat.
Di sisi lain, ramainya pengunjung turut menghidupkan kegiatan ekonomi di sekitar taman. Para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menawarkan beragam dagangan, mulai dari makanan dan minuman hingga berbagai kebutuhan lainnya.
Aktivitas warga dan pedagang tersebut menjadikan Taman Pataraksa bukan sekadar ruang terbuka di pusat pemerintahan, melainkan juga tempat interaksi sosial dan kegiatan ekonomi masyarakat.
Dengan anggaran sekitar Rp400 juta yang dialokasikan untuk pembenahan, harapan warga sederhana: Taman Pataraksa bisa menjadi tempat yang lebih rapi, terawat, dan nyaman untuk dikunjungi. (bsf)
Editor : Inilahkoran
