Akui Persib Bandung Layak Juara Liga 1 Indonesia, Rakhmad Basuki: Mereka Superior Musim Ini

Rakhmad Basuki yang kini jadi caretaker Madura United, itu tak bisa berbuat banyak lantaran timnya total kalah agregat 1-6 dari Persib Bandung

Akui Persib Bandung Layak Juara Liga 1 Indonesia, Rakhmad Basuki: Mereka Superior Musim Ini

inilahbandung.com- Tak banyak kalimat pembelaan yang terlontar dari seorang Rakhmad Basuki usai Madura United gagal membendung Perisb Bandung untuk juara Liga 1 Indonesia musim ini.

Persib Bandung pastikan gelar juara Liga 1 Indonesia usai membungkam Madura United besutan Rakhmad Basuka 3-1 dalam final leg kedua di Stadion Gelora Bangkalan, Jumat 31 Mei 2024.

Rakhmad Basuki yang kini jadi caretaker Madura United, itu tak bisa berbuat banyak lantaran timnya total kalah agregat 1-6 dari Persib Bandung pada dua leg final Championship Series Liga 1 Indonesia.

"Tentunya saya harus mengucapkan kepada Persib Bandung sudah menjadi juara di musim ini. Mereka layak menjadi juara, mereka begitu superior musim ini," ungkap Rakhmad Basuki.

Dia mengakui penampilan Maung Bandung pada dua pertemuan melawan Madura United sangatlah sulit dibendung.

"Di dua leg final ini dua kali mereka mengalahkan kami. Jadi sekali lagi saya mengucapkan selamat kepada Persib," lanjutnya.

Basuki menilai Persib memang tampil begitu luar biasa terutama dalam hal efektivitas permainan.

Menurutnya, Pelatih Bojan Hodak telah berhasil menjadikan Persib sebagai tim yang sangat berbahaya dalam skema permainan 'menunggu'.

"Saya melihat, mereka begitu superior, cara bermain mereka begitu efektif, transisi posisi sangat luar biasa. Dan itu sudah kami antisipasi sudah kami analisa, bahkan di beberapa hari terakhir sudah saya drill bagaimana mencoba mengatasi transisi mereka yang begitu efektif. Tapi ternyata malam ini kami gagal menutup transisi mereka," bebernya.

Dalam laga kedua di Stadion Gelora Bangkalan, Madura United mampu mencetak satu gol hiburan melalui eksekusi penalti pemain veteran Slamet Nurcahyo.

"Terkait penalti sama sekali tidak ada instruksi dari luar, karena sebetulnya penendang utamanya ada di Rivera. Tapi mungkin Rivera merasa selama Nurcahyono adalah pemain paling senior, jadi dia berikan kesempatan kepada Slamet dan itu inisiatif dia sendiri," lanjutnya.*** (Muhammad Ginanjar)


Editor : Bsafaat