Al Azhar Perkuat Standar Seleksi
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Jakarta - Menempuh pendidikan di Universitas Al Azhar, Mesir, bukan sekadar tentang meraih kesempatan belajar di perguruan tinggi ternama.
Calon mahasiswa juga dituntut memiliki bekal keilmuan, akhlak yang baik, dan kemampuan bahasa Arab agar mampu mengikuti perkuliahan dengan optimal.
Kementerian Agama kini memperkuat proses seleksi penerimaan mahasiswa Indonesia yang ingin melanjutkan pendidikan ke kampus tersebut. Standar kualitas keilmuan, pembinaan akhlak, dan kompetensi bahasa menjadi perhatian utama dalam pembenahan tata kelola penerimaan.
Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan komitmen itu setelah menandatangani nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) secara hibrida bersama Wakil Al Azhar Asy-Syarif, Asy-Syekh Ayman Abdul Ghani, di Kantor Kementerian Agama, Jakarta, Senin.
“Kementerian Agama setiap tahun membuka pendaftaran bagi mereka yang ingin belajar di Al Azhar dengan tujuan memilih mahasiswa yang unggul secara keilmuan (mutamayyizina 'ilmiyyan), sekaligus memiliki akhlak yang mulia dan perilaku yang baik,” ujar Nasaruddin.
Menurutnya, pembenahan diperlukan untuk merespons tingginya minat pelajar Indonesia yang ingin menimba ilmu di salah satu perguruan tinggi tertua di dunia itu. Prosedur penerimaan perlu dibuat lebih tertata, jelas, dan efektif agar calon mahasiswa yang diberangkatkan benar-benar siap menjalani pendidikan.
Sebab, lolos seleksi awal belum berarti calon mahasiswa dapat langsung mengikuti perkuliahan reguler. Kementerian Agama dan Al Azhar menetapkan tahapan persiapan yang menitikberatkan pada penguasaan bahasa Arab.
“Setelah melewati tahapan seleksi, mahasiswa yang diterima akan bergabung dalam program peningkatan kompetensi bahasa Arab di Pusat Bahasa (Markaz Tathwir), sebagai persiapan untuk melanjutkan studi di tingkat universitas,” kata Nasaruddin.
Pembinaan bahasa tersebut menjadi bagian penting dari persiapan akademik. Kemampuan memahami bahasa Arab diperlukan agar mahasiswa dapat mengikuti pembelajaran, mendalami literatur, dan beradaptasi dengan metode pengajaran yang diterapkan di Al Azhar. (gin)
Editor : Inilahkoran
