Anggota Geng Motor Penganiaya Pemuda di Cibeureum Diciduk, Polisi: Pelaku di Bawah Umur 

Kasus penyerangan terhadap sejumlah pemuda di Jalan Kebon Kopi, RT 01/RW 09, Kelurahan Cibeureum, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi yang dilakukan kelompok geng motor beberapa waktu lalu mulai menemui titik terang.

Anggota Geng Motor Penganiaya Pemuda di Cibeureum Diciduk, Polisi: Pelaku di Bawah Umur 
Istimewa
Pasalnya, enam dari sembilan anggota geng motor tersebut diringkus jajaran Sat Reskrim Polres Cimahi.
Seperti diketahui, kasus penyerangan tersebut sempat terekam kamera CCTV milik warga hingga kemudian viral di media sosial. Dalam. Rekaman itu terlihat pelaku penyerangan berjumlah 9 orang dengan mengendarai 4 sepeda motor.
Kapolres Cimahi, AKBP Aldi Subartono mengatakan, pihaknya telah menangkap enam anggota geng motor yang melakukan penyerangan terhadap sejumlah pemuda yang tengah jajan bakso ikan di pinggir jalan.
"Setelah melakukan aksinya, anggota geng motor Slaughter tersebut kabur. Bahkan mereka sempat berpindah-pindah tempat untuk menghindari kejaran polisi," kata Aldi kepada wartawan.
Aldi menjelaskan, para pelaku ini berpindah-pindah lantaran aksi yang dilakukan oleh mereka viral di media sosial.
"Sebelum tertangkap, anggota Satreskrim sempat mendatangi markas Slaughter. Namun mereka sudah tidak ada di tempat," jelasnya.
Kendati demikian, setelah lebih dari sepekan Polres Cimahi akhirnya menciduk enam dari sembilan orang pelaku. Mirisnya, para pelaku tersebut masih ada yang di bawah umur.
"Ada pelaku yang masih berstatus pelajar SMP. Tentunya ini menjadi pembelajaran bagi para orangtua agar mengawasi pergaulan anak-anaknya," katanya.
Selain menangkap para pelaku, lanjut Aldi, polisi juga berhasil mengamankan sejumlah barang bukti berupa celurit, sepeda motor, dan pakaian para pelaku yang digunakan saat melakukan aksinya.
Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, anggota geng motor Slaughter yang bertempat tinggal di Kota Cimahi, Bandung, dan Padalarang (Kabupaten Bandung Barat) mengaku tidak bermusuhan dengan para pemuda yang diserangnya.
Saat akan melakukan penyerangan, mereka sudah melengkapi diri dengan celurit, balok kayu, hingga batu.
"Mereka memang tidak memiliki musuh, tapi sengaja melakukan penyerangan secara random," ujarnya.
"Jika orang yang diserangnya melakukan perlawanan, mereka tidak segan-segan melakukan penyerangan," sambungnya.*** 


Editor : JakaPermana