Antisipasi Kebakaran di Musim Kemarau, Disdamkarmat Kab Bandung Siagakan Personel

Kebakaran di musim kemarau kerap terjadi, Disdamkarmat Kabupaten Bandung siapkan respons cepat dan siaga 24 jam

Antisipasi Kebakaran di Musim Kemarau, Disdamkarmat Kab Bandung Siagakan Personel
Sejumlah petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) saat melakukan simulasi pemadaman api di area terbuka. antara Foto

INILAHKORAN.ID - Kemarau panjang tak hanya berimbas pada kekeringan dan krisis air bersih. Ancaman kebakaran pun mengintai. Untuk itu, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kabupaten Bandung sudah menyiapkan personel untuk mitigasi bencana.

Personel yang disiapkan Disdamkarmat Kabupaten Bandung dilakukan sebagai upaya mitigasi potensi meningkatnya bencana kebakaran, baik lahan, hutan hingga permukiman warga. 

Kepala Disdamkar Kabupaten Bandung Iman Irianto Sudjana mengaku, personel yang disiagakan untuk memastikan kesiapsiagaan jika terjadi kebakaran, baik di permukiman, lahan, hutan hingga semak belukar. 

"Kami menyiagakan personel karena ini penting mengingat tahun ini sangat berpotensi terjadinya peristiwa kebakaran, baik di permukiman maupun di area lahan, hutan ataupun gunung," katanya seperti dikutip dari Antara, Sabtu (4/7/2026). 

Berdasarkan data Disdamkarmat Kabupaten Bandung, kebakaran lahan dan hutan tercatat sebanyak 16 kejadian selama Januari hingga Juni 2026, mendekati total 19 kejadian yang terjadi sepanjang 2025, sehingga potensi peningkatan kasus selama puncak musim kemarau perlu diantisipasi.

Disdamkarmat telah menginstruksikan seluruh personel agar bisa lebih cepat merespons setiap laporan kebakaran, terutama di kawasan semak belukar, untuk mencegah api meluas ke wilayah pegunungan yang sulit dijangkau.

Selain itu, pihaknya menggencarkan edukasi kepada pemerintah kecamatan, pemerintah desa, dan Relawan Pemadam Kebakaran (Redkar) agar meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.  

Menurut dia, kebakaran pada musim kemarau umumnya dipicu kombinasi cuaca kering dan kelalaian manusia, seperti membuang puntung rokok sembarangan, membakar sampah, maupun membuka lahan dengan cara membakar semak.


Editor : Ahmad Sayuti