AS Roma Vs Real Madrid: Keajaiban 7 Menit
STADION Olimpico Roma, Kamis (15/10) dini hari WIB, hampir saja menjadi saksi runtuhnya kebesaran Real Madrid.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
Oleh: Bsafaat
Gemuruh pendukung tuan rumah membakar semangat skuad AS Roma yang tampil begitu perkasa, memimpin 3-1 hingga waktu normal tersisa sepuluh menit.
Di sudut lapangan, Jose Mourinho dan anak asuhnya tampak berada di ambang frustrasi. Gol Kylian Mbappe sempat dianulir, dan Courtois dipaksa berkali-kali jatuh bangun menahan gempuran serigala Ibu Kota.
Bagi AS Roma, kemenangan di depan mata ini adalah pembuktian. Bagi Madrid, ini adalah ujian mentalitas.
Namun, sepak bola selalu punya cara untuk mengingatkan kita mengapa olahraga ini begitu dicintai: drama belum selesai sebelum peluit panjang berbunyi.
Titik balik emosional itu dimulai pada menit ke-83. Ketika asa mulai meredup, Carlos Espi muncul bagai pahlawan tak terduga, menyambar bola liar dan memperkecil ketertinggalan menjadi 3-2.
Gol itu tidak sekadar mengubah papan skor, melainkan menyalakan kembali api keyakinan yang sempat padam.
Hanya berselang dua menit, giliran wonderkid Endrick yang membuat seisi stadion terbungkam.
Pemain muda yang masuk dari bangku cadangan ini melepaskan tembakan yang menyamakan kedudukan menjadi 3-3. Mental skuad Roma seketika runtuh melihat keunggulan nyaman mereka sirna dalam sekejap.
Puncak dari segalanya terjadi di menit ke-90. Saat semua orang mengira laga akan berakhir imbang, bek tangguh Antonio Rudiger melompat paling tinggi di dalam kotak penalti. Sundulan mautnya mengoyak jala gawang Pierluigi Gollini, mengunci kemenangan luar biasa 4-3 untuk Real Madrid.
Dalam waktu tujuh menit, raut wajah lesu para pemain Los Blancos berubah menjadi pelukan kemenangan yang emosional. Tiga poin krusial ini mengantarkan Real Madrid meroket ke peringkat delapan klasemen Liga Champions dengan enam poin.
Sementara bagi AS Roma yang harus tertahan di posisi ke-25, malam itu berakhir dengan kepedihan mendalam, sebuah pelajaran mahal tentang arti konsentrasi hingga detik terakhir pertandingan.
Pelatih Madrid Jose Mourinho mengakui bahwa AS Roma tampil superior di sebagian besar pertandingan tadi. Namun, intensitas tinggi Roma menguras tenaga, dan Madrid mengambil keuntungan dari situ.
“Anda bisa mengatakan, tadi itu dua permainan dalam satu pertandingan, Roma superior di setiap aspek di pertandingan pertama, dan kemudian Real Madrid mustahil dihentikan di 20 menit,” ucap Mourinho kepada Amazon Prime Italia.
Mourinho bahkan mengaku begitu yakin timnya bisa mengejar ketertinggalan ketika skor 1-3 untuk keunggulan lawan.
“Setelah ketinggalan 1-3, mungkin orang-orang berpikir pertandingannya sudah berakhir, tapi satu-satunya yang tamat adalah pemain-pemain Roma,” sambung pelatih top Portugal ini usai laga Roma vs Madrid.
The Special One-julukannyamengakui Madrid tampil menderita tetapi kedisiplinan menjalankan taktik jadi kunci di balik kesuksesan meraih poin sempurna.
“Sangat sulit bermain dengan intensitas seperti ini dan gaya sepakbola yang mereka mainkan.
Kami melakukan pergantian pemain, karena kebobolan tiga, empat, lima gol tidak membuat banyak perbedaan. Roma tidak mampu mengatasi gempuran serangan yang kami lepaskan,” lugas Jose Mourinho.
Sementara itu penyerang Roma Matias Soule kecewa berat. Pemain Argentina itu menilai ada yang salah dengan mental Roma.
“Saya tidak bisa berkata-kata, pertandingannya ada di tangan kami sepenuhnya dan kami menyia-nyiakannya di tiga sepak pojok,” ujar Soule kepada Amazon Prime Video Italia.
“Ini harus jadi pelajaran berharga, kami harus fokus sepenuhnya selama 90 menit plus injury time. Saya kira ini pasti masalah mental, karena ketika Anda kebobolan tiga gol yang identik dalam tujuh menit, pasti ada yang salah.” (bsf)
DATA FAKTA | Waktu: Kamis (15/10) ; Kick Off Pukul 02.00 WIB | Tempat: Stadion Olimpico, Roma | Wasit: F Letexier | Man of the Match: Kylian Mbappe | Pencetak Gol: Roma (De Roon 20’, Malen 51’, 57’) ; Madrid (Mbappe 25’, Espi 83’, Endrick 85’, Rudiger 90’) | Kartu Kuning: Roma (Mancini, Wesley, Pellegrini) ; Madrid (Carreras) | Kartu Merah: -
Editor : Inilahkoran
