Awal 2023, Harga Sejumlah Komoditas di Pasar Tradisional KBB Melonjak
Memasuki awal 2023, sejumlah komoditas di pasar tradisional di Kabupaten Bandung Barat (KBB) mengalami lonjakan harga.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Ngamprah - Memasuki awal 2023, sejumlah komoditas di pasar tradisional di Kabupaten Bandung Barat (KBB) mengalami lonjakan harga.
Berdasarkan pantauan di pasar tradisional Tagog Padalarang, harga komoditas cabai rawit merah menyentuh angka Rp80 ribu per kilogram dari harga sebelumnya yakni Rp60 ribu per kilogram.
"Awalnya kenaikan hanya berkisar Rp50-60 ribu perkilogram. Namun, usai tahun baru angkanya terus meroket hingga Rp80 ribu per kilogram," kata Tia (40) salah seorang pedagang di pasar tradisional Tagog Padalarang, Jumat 6 Januari 2023.
Ia mengaku, kenaikan harga cabai tersebut sudah terjadi sejak lama dan hingga saat ini belum ada penurunan harga.
"Di waktu yang sama, harga cabai rawit hijau juga naik dari Rp50 ribu menjadi Rp75 ribu per kilogram," ujarnya.
Menurutnya, kenaikan harga cabai rawit tersebut mengakibatkan berkurangnya pasokan dari sentra produksi yang dipengaruhi cuaca ekstrem.
“Mungkin karena cuaca sehingga mempengaruhi pengiriman cabai rawit merah dan hijau,” tuturnya.
Selain harga cabe rawit domba dan rawit ijo yang naik, sambung dia, harga mentimun juga naik dalam empat hari terakhir.
"Harga mentimun naik menjadi Rp10.000 dari harga semula Rp8.000," sebutnya.
Kenaikan komoditas tersebut, sambung dia, mempengaruhi omset dagangannya yang merosot hingga 50 persen.
“Selain merosot omset penjualan, konsumen pun pada ngeluh. Kok naiknya mahal banget, itu kata konsumen,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) KBB Ricky Riyadi mengatakan naiknya harga cabai tersebut lantaran petani di sejumlah wilayah gagal panen.
"Selama ini, para pedagang pasar tradisional di KBB berbelanja ke Pasar Induk Caringin-Bandung," katanya.
Sedangkan Pasar Induk Caringin, sambung dia, mendatangkan berbagai jenis cabai ini dari Brebes, Jawa Tengah.
"Kalau di KBB petani cabai masih terbatas, paling yang terfokus ada di wilayah Lembang. Jadi hanya mengandalkan pasokan dari Lembang saja, itupun tidak bisa memenuhi kebutuhan pasar," pungkasnya.*** (agus satia negara)
Editor : Doni Ramdhani
