Bandung Darurat Begal, Polisi Akui Bandung Rawan Begal Saat Ini
Polrestabes Bandung mengakui aksi begal kembali marak terjadi. Dalam dua bulan terakhir, sedikitnya empat kasus pencurian dengan kekerasan terjadi.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAKORAN.ID - Polrestabes Bandung mengakui aksi begal kembali marak terjadi di Kota Bandung. Dalam dua bulan terakhir, sedikitnya empat kasus pencurian dengan kekerasan terjadi di sejumlah titik dengan modus yang beragam.
Wakapolrestabes Bandung AKBP Dedi Wahyudi mengatakan, pihaknya menerima banyak masukan dari masyarakat terkait meningkatnya aksi kejahatan jalanan tersebut.
“Kami dari Polrestabes Bandung menanggapi adanya masukan dari masyarakat Bandung, di mana aksi begal mulai kembali marak di Kota Bandung,” kata Dedi, di Polrestabes Bandung, Jumat (17/7/2026).
Dedi mengatakan, kepolisian telah meningkatkan patroli malam melalui kegiatan rutin yang ritingkatkan (KRYD). Setiap polsek kini menempatkan personel di sedikitnya empat hingga lima titik rawan, terutama pada jam-jam rawan dini hari.
“Kami meningkatkan kegiatan-kegiatan patroli malam, di mana kegiatan tersebut yang disebut dengan KRYD, kegiatan rutin yang ditingkatkan, dan Alhamdulillah seluruh prosek paling minim itu menjaga sekitar 4-5 titik. Di mana pada saat malam hari, terutama di jam-jam rawan, jam-jam kecil, kita mengintensifkan untuk patroli lebih baik lagi,” katanya.
Dedi pun menegaskan, Polrestabes Bandung bakalan menindak tegas para pelaku kejahatan jalanan yang meresahkan masyarakat saat ini.
“Sesuai dengan petunjuk dan perintah dari Bapak Kapolda yang diteruskan pada bapak Kapolrestabes, kami akan menindak secara tegas dan terukur terhadap para pelaku begal ini. Jadi jangan khawatir masyarakat, jika ingin berkegiatan pada saat malam hari, dan merasa dirinya terganggu akibat adanya aksi-aksi mereka, silahkan hubungi 110, dan kita akan turunkan. Dan tim Prabu kami bergerak dengan sangat cepat,” katanya.
Dalam dua bulan terakhir, polisi mengungkap sejumlah kasus begal. Pada awal Mei, dua dari empat pelaku pembegalan terhadap seorang kurir paket berhasil ditangkap. Pertengahan Juni, dua pelaku begal bersenjata tajam yang menyerang pengemudi ojek online di Jalan Cikawao juga diamankan.
Kemudian pada 14 Juli, seorang warga bernama Azmy menjadi korban begal bermodus debt collector di Jalan BKR, Kecamatan Regol. Polisi menangkap tiga pelaku kurang dari dua jam setelah kejadian. Selanjutnya pada 16 Juli, seorang pria berinisial U (24) menjadi korban perampasan telepon genggam di Jalan Babakan Ciparay. Satu pelaku berhasil diamankan, sementara satu pelaku lainnya masih diburu.
Editor : Doni Ramdhani
