Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak Meningkat, Pemkot Cimahi Hadirkan Layanan Ojol Muda
Maraknya kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kota Cimahi menjadi dasar peluncuran layanan Ojol Muda.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Cimahi - Maraknya kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kota Cimahi menjadi dasar peluncuran layanan Ojol Muda.
Pemkot Cimahi menunjuk tiga kelurahan di wilayahnya sebagai pilot project implementasi layanan Ojol Muda atau Pojok Layanan Pengaduan Kekerasan Perempuan dan Anak. Layanan itu diharapkan bisa mengoptimalkan penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kota Cimahi.
"Tiga kelurahan sebagai pilot project implementasi layanan Ojol Muda yaitu Kelurahan Cibabat, Cigugur Tengah, dan Utama. Layanan ini untuk menangani kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kota Cimahi yang kini meningkta," kata Plt Wali Kota Cimahi Ngatiyana, Senin 1 Agustus 2022.
Ia menyebut, layanan yang diberikan antara lain layanan penerimaan pengaduan, pengelolaan kasus, pendampingan, mediasi, dan edukasi.
Menurutnya, tindakan kekerasan pada perempuan dan anak merupakan masalah yang kompleks dan ancaman nyata baik secara fisik maupun non fisik yang harus ditangani secara profesional dan bertanggung jawab.
"Apalagi, angka kekerasan di Kota Cimahi dari tahun ke tahun cenderung meningkat. Karena itu, harus ditangani secara cepat dan tepat," tuturnya.
Baca Juga: Perwakilan Guru Honorer Beraudiensi dengan Sekda Jabar, Ini Hasilnya
Ia menilai, pendataan kasus di lapangan tidak mencerminkan data yang sebenarnya lantaran data yang dilaporkan seperti fenomena puncak gunung es yang hanya terlihat di permukaan saja.
"Guna memperluas akses pelaporan kasus dan untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat terkait kasus kekerasan," ujarnya.
“Semoga dengan adanya pojok layanan pengaduan kekerasan ini akan memperluas akses pelaporan masyarakat sehingga masalah tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak dapat dilaporkan, ditangani dan ditindaklanjuti,” harapnya.
Baca Juga: Ratusan Jamaah Haji Asal KBB Segera Pulang, Kemenag Pesan Hal Ini
Ia pun mengajak, agar seluruh kalangan masyarakat untuk bersinergi mencegah dan melawan tindakan kekerasan terhadap perempuan dan anak dengan terlibat aktif, peduli terhadap perempuan dan anak, serta memberi respon cepat terhadap setiap bentuk kekerasan yang dialami perempuan dan anak.
“Dengan adanya proyek ini diharapkan adanya kasus kekerasan bisa segera dilaporkan dan diselesaikan agar korban mendapat perlindungan dan pertolongan. Pemkot Cimahi berkomitmen untuk melindungi anak-anak Kota Cimahi agar tumbuh menjadi generasi penerus bangsa yang tangguh dan bebas dari kekerasan dan diskriminasi," pungkasnya. (Agus Satia Negara)
Editor : inilahkoran

