Atmosfer Politik di KBB Memanas, Ketua P4KBB Ungkap Penyebabnya

menyusul terjadinya krisis anggaran yang saat ini tengah melanda di lingkungan Pemerintah Daerah (Pemda) KBB membuat isu politik memanas

Atmosfer Politik di KBB Memanas, Ketua P4KBB Ungkap Penyebabnya
Ketua Paguyuban Pejuang Peduli Pembangunan Kabupaten Bandung Barat (P4KBB) Jacob Anwar Lewi meminta masyarakat bisa mengetahui dan memahami tentang politik.

INILAHKORAN, Ngamprah - Isu disharmonisasi di Kabupaten Bandung Barat (KBB) mulai menyeruak ke permukaan. Hal itu menyusul terjadinya krisis anggaran yang saat ini tengah melanda di lingkungan Pemerintah Daerah (Pemda) KBB.

Menanggapi hal itu, Ketua Paguyuban Pejuang Peduli Pembangunan Kabupaten Bandung Barat (P4KBB) Jacob Anwar Lewi meminta masyarakat bisa mengetahui dan memahami tentang politik.

Ia menilai, bagaimanapun juga kehidupan ini dipenuhi dengan berbagai kebijakan politik. Oleh karenanya, dengan adanya pencerahan politik masyarakat bisa cerdas memahami kondisi politik KBB saat ini.

Baca Juga: Songsong Porprov XIV Jabar 2022, KONI KBB Targetkan Masuk Enam Besar

"Jika orang baik tidak ikut berpolitik tentu orang jahat akan menguasainya karena politik identik dengan kekuasaan karena banyak kejadian yang berakhir dengan tragis," katanya kepada wartawan.

Ia menuturkan, saat ini atmosfer politik di KBB saat ini tengah memanas. Terlebih, dengan beredarnya isu defisit anggaran dan sebagainya.

"Saya harap masyarakat tidak terpengaruh, meski atmosfer politik sedang memanas dan berjalanlah apa adanya," tuturnya.

Baca Juga: Persiapan Porprov XIV Jabar Hanya Tiga Bulan, KONI KBB Harus Bekerja Ekstra

Kendati demikian, terang dia, sebenarnya saat ini belum waktunya atmosfer politik di KBB memanas. Sebab, sudah terlihat adanya perbedaan.

Namun, sambung dia, pihaknya berharap perbedaan tersebut tak menjadi pemicu permusuhan dan perpecahan.

"Kita semua harus tetap bersatu padu untuk KBB," tegasnya.

Baca Juga: Peringati BIAN, Dinkes KBB Akui Masih Banyak Orang Tua yang Menolak Anaknya Diimunisasi

"Mudah-mudahan cita-cita pemekaran KBB dulu ingin mensejahterakan masyarakat bisa terlaksana," tandasnya.*** (agus satia negara).


Editor : inilahkoran