Baznas Go to School Tak Hanya Edukasi Zakat, Siswa RMP Ikut Dipetakan
Baznas Go to School Kota Bandung menyasar 344 SD dan SMP negeri untuk meningkatkan literasi zakat sekaligus mengidentifikasi siswa yang membutuhkan bantuan pend
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Program Baznas Go to School di Kota Bandung tidak hanya menyasar peningkatan literasi zakat di kalangan pelajar, tetapi juga menjadi sarana mengidentifikasi siswa yang membutuhkan bantuan biaya pendidikan. Program yang diluncurkan dalam Gebyar Pengumpulan dan Penyaluran Baznas Kota Bandung 2026 itu, akan melibatkan ratusan sekolah negeri.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan mengatakan, program Baznas Go to School dirancang untuk mengenalkan zakat, infak dan sedekah kepada siswa sejak dini. Selain memberikan edukasi, program itu diharapkan membantu mengidentifikasi pelajar yang masuk kategori rawan melanjutkan pendidikan (RMP).
“Selain penyaluran bantuan dari Baznas kepada berbagai kelompok mustahik atau penerima zakat, diluncurkan pula program Baznas Go to School yang berfokus pada pendidikan bagi siswa agar terbiasa dengan konsep zakat, infak dan sedekah,” kata Farhan, Senin (19/10/2026).
Dia menjelaskan, program literasi zakat akan menjadi salah satu sarana bagi Baznas dan Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bandung untuk mengenali siswa yang membutuhkan perhatian dalam melanjutkan pendidikan. Kolaborasi juga akan melibatkan Muhammadiyah yang memiliki jaringan lembaga pendidikan luas.
Pada tahap awal, program unit pengumpul zakat (UPZ) akan menyasar 75 SMP negeri dan 269 SD negeri di Kota Bandung. Setiap sekolah direncanakan memiliki UPZ sebagai bagian dari pelaksanaan program literasi zakat, sedangkan sekolah swasta akan dilibatkan pada tahap berikutnya.
“Potensi UPZ akan difokuskan pada 75 SMP dan 269 SD negeri. Nantinya, sekolah swasta juga akan dilibatkan,” ucapnya.
Selain pembentukan UPZ, Baznas Go to School akan menghadirkan program duta zakat dari kalangan siswa. Para pelajar akan memperoleh edukasi mengenai zakat, infak dan sedekah melalui pendampingan mahasiswa serta pembimbing dari Baznas.
Farhan menyampaikan, pembinaan duta zakat akan menggunakan pendekatan yang menyerupai kegiatan Pramuka. Siswa tidak hanya diperkenalkan pada konsep zakat, tetapi juga diajarkan menyampaikan edukasi kepada lingkungan sekitarnya dengan pendampingan pihak yang berkompeten.
“Melalui Baznas Go to School, nantinya dibentuk duta zakat dari kalangan siswa. Mereka akan mendapatkan pendampingan dari mahasiswa, dan pembimbing dari Baznas,” ujar dia.
Meski pelajar diperkenalkan pada pengelolaan zakat, pemahaman mengenai pengawasan dana tetap disesuaikan dengan usia dan kapasitas mereka. Pengawasan pengelolaan dana zakat tidak diserahkan kepada siswa, melainkan tetap menjadi kewenangan Baznas melalui mekanisme yang berlaku.
“Sementara itu, standar operasional prosedur (SOP) dan mekanisme pengawasan tetap menggunakan sistem yang diterapkan Baznas. Pemantauan dan pengawasan pengelolaan dana zakat menjadi kewenangan Baznas,” pungkasnya.
Editor : Ahmad Sayuti
