Belajar Mandiri di Sekolah Rakyat: Tempa Diri Raih Mimpi
BELAJAR mandiri menjadi bagian dari pendidikan Sekolah Rakyat. Sembari menanti Rancamaya rampung, siswa beradaptasi di asrama.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
Oleh : Rizki Mauludi
Sekolah Rakyat Terintegrasi 6 Kota Bogor menjadi ruang awal bagi para siswa untuk beradaptasi dengan kehidupan asrama.
Di tempat ini, mereka tak hanya mengikuti pelajaran di ruang kelas, tetapi juga belajar hidup mandiri, merawat fasilitas bersama, dan mempersiapkan diri untuk menempuh pendidikan di lingkungan yang baru.
Untuk sementara, kegiatan Sekolah Rakyat Terintegrasi 6 berlangsung di area asrama kementerian di Jalan Ahmad Yani, Kota Bogor. Fasilitas tersebut digunakan sebagai tempat belajar sembari menunggu pembangunan kompleks sekolah di Rancamaya rampung.
Wali Kota Bogor Dedie A Rachim mengatakan, keberadaan sekolah rintisan ini menjadi bagian dari persiapan sebelum seluruh kegiatan pendidikan berpindah ke lokasi permanen.
"Dengan adanya sekolah rakyat ini nanti kita akan siapkan ya, kan ini rintisan, rintisan ini untuk mempersiapkan bersamaan, simultan dengan pembangunan di Rancamaya," kata Dedie kepada wartawan, Minggu (18/10).
Menurut dia, proses pendidikan yang berlangsung saat ini akan memudahkan keberlanjutan kegiatan belajar ketika fasilitas di Rancamaya siap digunakan. Dengan begitu, siswa yang melanjutkan pendidikan tidak perlu memulai semuanya dari awal.
Perpindahan nantinya juga mencakup guru, pendamping, serta berbagai unsur pendukung kegiatan sekolah. Mereka tinggal menempati fasilitas baru yang lokasinya lebih dekat dengan kawasan Rancamaya.
"Ya, nanti tinggal berpindah dan juga menempati tempat yang baru yang lebih dekat ke sana," terangnya.
Bagi Dedie, Sekolah Rakyat bukan sekadar program penyediaan akses pendidikan. Program tersebut juga menjadi kesempatan bagi anak-anak dari keluarga sederhana untuk mengenal lingkungan belajar yang mungkin belum pernah mereka alami sebelumnya.
Kehidupan asrama, misalnya, menuntut siswa beradaptasi dengan kebiasaan baru. Mereka perlu belajar mengatur kebutuhan sehari-hari, menaati aturan bersama, serta bertanggung jawab terhadap lingkungan tempat tinggal dan belajar.
Dedie menilai, proses adaptasi itu justru menjadi bagian penting dari pendidikan yang diberikan melalui Sekolah Rakyat. Anak-anak tidak hanya memperoleh pengetahuan akademik, tetapi juga dibekali pengalaman untuk menghadapi kehidupan yang lebih mandiri.
"Nah, sebenarnya disinilah dididik, disinilah dipersiapkan. Jadi ini, terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto yang sudah menyiapkan Sekolah Rakyat ini," jelasnya. (gin)
Editor : Inilahkoran
