Belum Selesai Penanganan Dua TPS di KBB, Persoalan Baru Sampah Liar di Lembang Kembali Mencuat

Persoalan sampah di Kabupaten Bandung Barat (KBB), khususnya di wilayah Lembang menjadi pekerjaan rumah yang tak kunjung bisa diselesaikan pemerintah.

Belum Selesai Penanganan Dua TPS di KBB, Persoalan Baru Sampah Liar di Lembang Kembali Mencuat
Belum selesai penanganan sampah yang dikelola PT Tras Bumi Nusantara dan Koperasi Produsen Healthy Harvest Indonesia, kini ditemukan lagi tumpukan sampah di sebuah lahan kosong di RW 02 Desa Gudang Kahuripan, Kecamatan Lembang, KBB. (agus satia negara)

INILAHKORAN, Ngamprah - Persoalan sampah di Kabupaten Bandung Barat (KBB), khususnya di wilayah Lembang menjadi pekerjaan rumah yang tak kunjung bisa diselesaikan pemerintah.

Belum selesai penanganan sampah yang dikelola PT Tras Bumi Nusantara dan Koperasi Produsen Healthy Harvest Indonesia, kini ditemukan lagi tumpukan sampah di sebuah lahan kosong di RW 02 Desa Gudang Kahuripan, Kecamatan Lembang, KBB. 

Tepatnya, tak jauh dari TPS yang beberapa waktu lalu telah disegel oleh Pemkab Bandung Barat melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), serta di bawah RSUD Lembang. 

Ironisnya, keberadaan sampah liar yang dekat dengan permukiman warga tersebut dibiarkan luput dari pengawasan.

Tak cuma itu, bau menyengat dari sampah liar setinggi puluhan meter ini membuat polusi udara di kawasan permukiman warga. Bahkan, tercium hingga ke Jalan Raya Lembang.

"Kondisi tumpukan sampah liar di lokasi tersebut sudah berlangsung sejak lama," kata Kepala Desa Gudangkahuripan, Agus Karyana belum lama ini.

Agus tak memungkiri sampah-sampah tersebut dibuang oleh masyarakat. Kendati demikian, dia berdalih tak warga mana yang membuang sampah di lokasi yang sudah seperti tempat pembuangan sementara (TPS) tersebut.

"Tapi dibuang oleh warga tapi tidak tahu warga mana, tapi kita akan segera mencari tahu darimana asal muasal sampah tersebut," imbuhnya.

Agus menyebut, pihaknya bakal segera mengundang para RW untuk memastikan siapa yang membuang sampah tersebut. Dia pun mengingatkan kepada warga agar tidak membuang sampah ke lokasi tersebut 

"Nanti kami akan melakukan penataan kawasan (pembersihan sampah liar). Apalagi memang sudah ada komplain dari warga sekitar," sebutnya.

Warga sekitar, Ujang Nurjaman (47) mengaku risih dengan adanya tumpukan sampah liar tersebut. Namun, dirinya tak berani komplain terhadap aparatur desa lantaran mereka mengetahui yang membuang sampah di lokasi itu adalah warga. 

"Betul udah lama, saya kan setiap hari lewati jalan ini jadi tahu. Harapannya agar segera dibersihkan," ucapnya.

"Tapi katanya pemilik lahan sudah meminta warga agar sampah ini segera dibawa (dibuang) karena tempatnya mau dibangun rumah," sambungnya.


Editor : Doni Ramdhani