Beri Tenggat 1 Pekan, Pemprov Jabar Bakal Evaluasi Komitmen Pengurangan Sampah Bandung Raya
Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin mengatakan, Kota Bandung sebagai penyumbang sampah terbesar ke TPAS Sarimukti hingga kini belum mampu mengurangi.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Komitmen pemerintah kabupaten/kota di Bandung Raya dalam mengurangi sampah, supaya TPAS Sarimukti Kabupaten Bandung Barat tidak cepat habis belum sempurna.
Lantaran target yang diberikan kepada kota/kabupaten tersebut, yakni Kota Bandung, Kota Cimahi, Kabupaten Bandung Barat dan Kabupaten Bandung belum teralisasi maksimal.
Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin mengatakan, Kota Bandung sebagai penyumbang sampah terbesar ke TPAS Sarimukti hingga kini belum mampu mengurangi.
Buangan yang sebelumnya berkisar di 170 ritase perhari, malah melonjak ke angka 180-185 ritase. Padahal komitmennya, sampah harian berada di angka 140 ritase.
"Kami sudah ingatkan kepada kabupaten/kota di Cekungan Bandung (Bandung Raya) terutama Kota Bandung dan Kabupaten Bandung yang pengirimannya itu harusnya berkurang, tapi malah menambah dan semakin bertambah," ujar Bey Machmudin di Gedung Sate baru-baru ini.
Maka dari itu, Pemerintah Provinsi Jawa Barat memberi tenggat waktu satu pekan lagi, sebelum pada akhirnya bakal dievaluasi menyeluruh terhadap komitmen mereka.
"Komitmen dari pemerintahnya (Pemda) sudah, tapi kan bukan tidak sesuai, karena harus sosialisai juga ke masyarakat, dan Itu perlu waktu. Jadi kami minta seminggu ini (untuk evaluasi) terutama Kabupaten Bendung dan Kota Bandung," ucapnya.
Bey Machmudin berharap, masyarakat lebih peduli dalam mengurangi sampah. Khususnya sampah organik, yang sejatinya dapat diolah sendiri tanpa ikut dibuang ke tempat pembuangan sampah (TPS).
"Yang paling penting itu adalah pengolahan sampah dari rumah itu kuncinya sebetulnya. Tapi kan kita belum terbiasa, karena dari dulu kan kita selalu diajarkan buang sampah itu pada tempatnya. Padahal harusnya buang sampah yang non organik saja ke tempat sampah itu, dan yang organiknya kita olah di rumah," tuturnya.
Sebelumnya, Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Jawa Barat (Jabar) menyebut, bahwa sampai saat ini Kota Bandung masih menjadi wilayah terbesar dalam penyumbang sampah ke TPAS Sarimukti.
Manajer Divisi Pendidikan Walhi Jabar Jefry Rohman, menyebut bahwa persoalan sampah di Sarimukti saat ini, 70 persen diantaranya disebabkan oleh Kota Bandung.
Jefry mendorong pemerintah, utamanya Kota Bandung serta Provinsi Jabar untuk segara mengambil langkah terhadap persoalan sampah di Sarimukti tersebut.
"Jadi hampir 70 persen kontribusi masalah di TPA Sarimukti adalah Kota Bandung. Maka fokus pada Kota Bandung, wali kota haru gali masalahnya, temukan akar masalahnya, dan Pemprov (Jabar) juga wajib monitoring dan evaluasi secara utin dan masif," pungkasnya. ***
Editor : Ahmad Sayuti
