BGN Minta Masyarakat Lakukan Hal Ini di Tengah Maraknya Penipuan yang Libatkan SPPG
BGN imbau masyarakat untuk tidak mudah percaya dengan adanya aksi penipuan yang menyasar dapur MBG.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Aksi penipuan kini mulai terjadi mengatas namakan Badan Gizi Nasional dengan dapur MBG yang jadi sasarannya.
BGN mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus penipuan untuk mengaktivasi dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
BGN meminta masyarakat untuk menyaring dan memverifikasi kebenaran informasi dari pihak yang mengatasnamakan BGN menyusul maraknya aksi penipuan.
Salah satunya melalui oknum yang mendatangi calon mitra dan menjanjikan percepatan pembukaan SPPG, di mana ketika menjalankan aksinya, oknum tersebut meminta sejumlah uang dengan dalih membawa nota dinas verifikasi dan validasi terhadap SPPG milik calon mitra.
"Tindakan tersebut merupakan modus penipuan yang tidak dapat dibenarkan dan masyarakat diminta untuk tidak mudah percaya terhadap janji percepatan proses operasional yang disertai permintaan pembayaran oleh pihak yang tidak berwenang," terang Juru Bicara BGN Tysa Novenny.
Tysa menegaskan, masyarakat perlu berhati-hati dalam menyikapi setiap tindakan yang mengatasnamakan BGN.
Terutamanya apabila informasi tersebut berpotensi menimbulkan kerugian atau meminta masyarakat melakukan tindakan tertentu tanpa kejelasan dan verifikasi yang memadai.
"Kami mengimbau masyarakat agar selalu berhati-hati terhadap modus penipuan yang mengatasnamakan BGN," kata Tysa.
"Jangan mudah percaya terhadap informasi yang belum terverifikasi. Pastikan terlebih dahulu kebenaran identitas pihak yang menghubungi serta informasi yang disampaikan," tegas Tysa.
Kewaspadaan masyarakat menurut Tysa menjadi langkah penting untuk mencegah penyalahgunaan nama institusi pemerintah oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.
Informasi yang disampaikan melalui pesan pribadi, media sosial, maupun saluran komunikasi lainnya perlu diperiksa secara saksama sebelum ditindaklanjuti.***
Editor : Irma Nurfajri
