BMKG: Hujan Berpotensi Terjadi di Bandung Raya hingga Sepekan ke Depan

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan wilayah Bandung Raya dan sebagian besar Jawa Barat masih berpotensi mengalami hujan dengan intensitas ringan hingga lebat dalam sepekan ke depan, terhitung mulai 14 hingga 21 Januari 2026.

BMKG: Hujan Berpotensi Terjadi di Bandung Raya hingga Sepekan ke Depan
ilustrasi/net

INILAHKORAN.ID  – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan wilayah Bandung Raya dan sebagian besar Jawa Barat masih berpotensi mengalami hujan dengan intensitas ringan hingga lebat dalam sepekan ke depan, terhitung mulai 14 hingga 21 Januari 2026.

Berdasarkan analisis dinamika atmosfer terkini, kondisi global dan regional masih mendukung pertumbuhan awan hujan. Aktivitas Madden Julian Oscillation (MJO) yang terpantau aktif di wilayah Pasifik Barat turut berkontribusi terhadap peningkatan curah hujan di Indonesia, termasuk Jawa Barat.

Selain itu, anomali suhu muka laut (Sea Surface Temperature/SST) di perairan sekitar Jawa Barat yang masih relatif hangat serta adanya belokan angin dan konvergensi angin turut memperkuat potensi pembentukan awan konvektif.

Kepala BMKG Bandung, Dr. Teguh Rahayu, menyampaikan bahwa secara umum kondisi cuaca Jawa Barat dalam sepekan ke depan didominasi hujan yang dapat disertai petir dan angin kencang, terutama pada siang hingga malam hari.

“Berdasarkan prediksi kondisi global, regional, dan probabilistik model, pada satu pekan ke depan umumnya cuaca berpotensi hujan dengan intensitas ringan hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang,” ujarnya.

Untuk wilayah Bandung Raya, BMKG mencatat masih adanya pengaruh lokal berupa kelembapan udara yang cukup tinggi pada lapisan atmosfer bawah hingga menengah. Kondisi tersebut mendukung pertumbuhan awan hujan secara signifikan.

“Di Bandung Raya masih terdapat pengaruh lokal yang mendukung potensi pertumbuhan awan konvektif, dengan kelembapan udara berkisar antara 50 hingga 90 persen,” katanya.

Suhu udara di Bandung Raya diprakirakan berada pada kisaran 20 hingga 31 derajat Celsius dengan kecepatan angin umumnya bertiup dari arah barat antara 5 sampai 19 kilometer per jam. BMKG juga mencatat suhu dingin yang dirasakan beberapa hari terakhir dipicu oleh tutupan awan yang cukup tebal dan hujan yang terjadi secara berulang.

“Penyebab suhu terasa lebih dingin karena tutupan awan yang banyak, panas yang dilepaskan setelah hujan, serta adanya konvergensi dan belokan angin yang membuat kecepatan angin menjadi lebih kencang,” ujarnya.

Selain hujan, BMKG juga mengeluarkan peringatan dini terkait potensi gelombang tinggi di perairan selatan Jawa Barat dengan ketinggian mencapai 1,5 hingga 2,5 meter. Sementara itu, perairan utara Jawa Barat diprakirakan memiliki tinggi gelombang antara 0,5 hingga 1 meter.

BMKG mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem dan dampak ikutan seperti genangan air, banjir, dan angin kencang.

“Kami mengimbau masyarakat untuk lebih waspada dan mengambil langkah antisipatif agar aktivitas harian tetap berlangsung aman dan lancar,” kata Teguh.

Masyarakat juga diingatkan untuk selalu memantau informasi cuaca terkini melalui kanal resmi BMKG guna menghindari informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.***


Editor : JakaPermana