BMKG Peringatkan Gelombang Tinggi 4 Meter, Siklon Champi Dipantau

BMKG memperingatkan potensi gelombang tinggi 2,5–4 meter di sejumlah perairan Indonesia dan memantau dampak tidak langsung Siklon Tropis Champi.

BMKG Peringatkan Gelombang Tinggi 4 Meter, Siklon Champi Dipantau
ilustrasi-net

INILAHKORAN.ID – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi gelombang laut setinggi 2,5 hingga 4 meter di sejumlah perairan Indonesia. Kondisi ini menjadi perhatian di tengah pemantauan Siklon Tropis Champi di sebelah timur Filipina.

Dalam prakiraan cuaca yang disampaikan Selasa, BMKG juga memprediksi kondisi cerah berawan hingga berawan tebal di sejumlah kota, termasuk Jakarta, Serang, Bandung, Semarang, Surabaya, dan Denpasar.

“ Kondisi cerah berawan hingga berawan tebal diprakirakan terjadi di Jakarta, Serang, Bandung, Semarang, Surabaya, dan Denpasar. Adapun udara kabur berpotensi terjadi di Yogyakarta, Mataram, dan Kupang,” ujar Prakirawan BMKG Yuyun dalam siaran yang diikuti dari Jakarta, Selasa.

Prakiraan Cuaca di Sejumlah Wilayah

Di Pulau Sumatera, hujan ringan berpotensi terjadi di Banda Aceh, Medan, Pekanbaru, Padang, dan Bengkulu. Sementara itu, udara kabur diprakirakan melanda Tanjung Pinang, Jambi, Palembang, dan Pangkal Pinang. Bandar Lampung berpotensi mengalami kondisi berasap atau berkabut.

Untuk wilayah Kalimantan, hujan ringan berpotensi mengguyur Pontianak, Tanjung Selor, dan Samarinda. Adapun Palangkaraya dan Banjarmasin diprakirakan mengalami kondisi berasap atau berkabut.

Di Sulawesi, hujan ringan diprediksi terjadi di Mamuju. Sementara itu, udara kabur berpotensi terjadi di Palu, Gorontalo, Manado, dan Makassar.

Di wilayah Maluku dan Papua, hujan ringan berpotensi terjadi di Nabire, Jayapura, dan Jayawijaya. Ternate diprakirakan berawan, sedangkan udara kabur berpotensi melanda Ambon, Sorong, Manokwari, dan Merauke.

Siklon Tropis Champi Dipantau BMKG

BMKG turut memantau Siklon Tropis Champi yang berada di Laut Filipina, sebelah timur Filipina. Berdasarkan data dalam laporan tersebut, siklon memiliki tekanan pusat 935 hektopascal dengan kecepatan angin maksimum di sekitar pusat mencapai 50 meter per detik atau sekitar 100 knot.

Siklon tersebut berpotensi menimbulkan dampak tidak langsung terhadap wilayah Indonesia, berupa gelombang laut kategori sedang di perairan Kepulauan Talaud, Laut Maluku, perairan utara Papua, dan Samudra Pasifik utara Papua.

BMKG juga memantau sirkulasi siklonik di Laut Andaman, perairan utara Kalimantan Barat, dan Laut China Selatan. Kondisi tersebut dapat meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di wilayah sekitarnya.

Daftar Perairan yang Berpotensi Mengalami Gelombang Tinggi

BMKG mengingatkan masyarakat, terutama nelayan dan operator transportasi laut, agar memperhatikan perkembangan informasi cuaca maritim sebelum melakukan aktivitas di laut.

Gelombang setinggi 2,5 hingga 4 meter berpotensi terjadi di sejumlah wilayah perairan, meliputi:

Samudra Hindia barat Kepulauan Mentawai hingga Lampung.

Samudra Hindia selatan Banten hingga Nusa Tenggara Timur.

Laut Maluku.

Samudra Pasifik utara Maluku hingga Papua Barat Daya.

Masyarakat pesisir dan pengguna transportasi laut diimbau mengikuti pembaruan informasi resmi BMKG serta mempertimbangkan kondisi cuaca dan gelombang sebelum beraktivitas.***


Editor : JakaPermana