Bocah Korban Penganiayaan Ayah Kandung di Cipongkor Butuh Pemulihan Trauma
Meski kondisi fisik sudah membaik, bocah 5 tahun korban penganiayaan ayah kandung di Cipongkor butuh pemulihan psikologi
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Kondisi psikologis bocah 5 tahun yang menjadi korban penganiayaan ayah kandung di Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat (KBB) terus mendapat perhatian berbagai pihak.
Hasil pemeriksaan medis awal terungkap, meski cedera fisik yang dialami korban tidak mengancam nyawa, namun dampak kejiwaan berpotensi membekas jika tidak segera ditangani dengan penanganan khusus.
Kepala Puskesmas Cipongkor, Yuyun Sarihotima mengatakan, langkah prioritas yang kini disarankan adalah pelaksanaan pemulihan trauma atau trauma healing secara terarah.
Ia menuturkan, respons korban saat berinteraksi dengan tim medis menunjukkan tanda-tanda kebingungan dan sikap yang belum mampu berkomunikasi secara wajar yang mengindikasikan adanya guncangan mental akibat peristiwa menyakitkan yang dialaminya.
"Kami sangat menyarankan proses pemulihan ini dilakukan demi menyemangati jiwanya, agar kenangan buruk tersebut dapat cepat memudar dari ingatannya," kata Yuyun, Senin (3/8/2026).
Yuyun menjelaskan, kondisi korban memerlukan pemantauan berkelanjutan dan pemeriksaan lebih mendalam untuk memetakan seberapa berat tingkat trauma yang tertanam, mengingat saat diajak berdialog korban belum menunjukkan respons yang memadai.
Berdasarkan pengamatan rinci tim kesehatan, sikap korban terlihat pasif dan kurang tanggap saat ditanya.
"Saat kami ajak bicara, adek terlihat bingung. Dia merespons namun cenderung acuh tak acuh," jelasnya.
"Kami belum bisa memastikan apakah ini bentuk ketakutan atau sekadar karena belum mengenal kami, namun jelas sekali keterbukaan emosinya belum terbentuk," paparnya.
Secara fisik, ungkap Yuyun, sisa-sisa kekerasan masih tampak jelas di sekujur tubuh korban. Ia menyebut, tanda-tanda lebam masih menghiasi area wajah hingga bagian paha.
Meskipun demikian, pihak Dinas Kesehatan memastikan tidak ada cedera serius pada organ dalam.
"Secara kasat mata terlihat lebam di wajah yang sedikit bengkak, namun kondisi ini tidak berbahaya bagi nyawa. Luka lebam juga ada di bagian kaki," ungkapnya.
Secara medis, sambung Yuyun, ini hanya butuh waktu sekitar dua minggu untuk sembuh total dan tidak ditemukan indikasi kerusakan organ dalam.
"Tapi korban juga telah mendapatkan penanganan medis awal dan pemberian obat yang diperlukan," imbuhnya.
Editor : Ahmad Sayuti
