Bukan Rayakan Ulang Tahun Prabowo? Ini yang Dilakukan para Kabinet di Istana Bogor

Yang dilakukan para jajaran kabinet saat dipanggil Presiden Prabowo ke Istana Bogor adalah untuk bertemu perwakilan Rusia.

Bukan Rayakan Ulang Tahun Prabowo? Ini yang Dilakukan para Kabinet di Istana Bogor
Presiden Prabowo Subianto.

INILAHKORAN, Bandung - Baru-baru ini jajaran kabinet dipanggil oleh Presiden Prabowo Subianto ke Istana Bogor.

Ada isu yang menyatakan bahwa pemanggilan jajaran kabinet ke Istana Bogor ini untuk merayakan acara ulang tahun Presiden Prabowo.

Kepala Badan Komunikasi (Bakom) Pemerintah RI Syahganda Nainggolan membantah isu yang menyebutkan acara di Istana Bogor untuk merayakan ulang tahun ke-75 Presiden Prabowo Subianto.

Syahganda meluruskan acara di Istana Bogor, merupakan resepsi dan jamuan makan malam untuk tamu negara, Wakil Perdana Menteri (PM) Rusia Denis Manturov.

"Bukan (perayaan hari ulang tahun Presiden, red.)," tutur Syahganda membantah isu yang beredar di kalangan masyarakat. "Ulang tahun Presiden hari ini," sambung dia.

Presiden Prabowo menerima Wakil PM Rusia Denis Manturov di Istana Bogor, pada Jumat sore, yang kemudian dilanjutkan acara resepsi dan jamuan makan malam bersama pejabat-pejabat negara dari Indonesia dan Rusia.

Dalam acara tersebut, Presiden Prabowo memberikan sambutan untuk Wakil PM Rusia, menekankan kembali hubungan erat Indonesia-Rusia yang terjalin sejak masa-masa awal Kemerdekaan.

"(Presiden Prabowo) memperkenalkan semua anggota kabinetnya kepada Wakil Perdana Menteri Rusia tersebut," kata Syahganda.

Dia malenjutkan, "Presiden berterima kasih, baik untuk masa lalu di mana Rusia menolong Indonesia untuk merdeka dan merebut Papua (dari Hindia Belanda)."

Presiden Prabowo juga berterima kasih kepada Rusia atas hubungan baiknya dengan Indonesia. "Berbagai hubungan transfer teknologi dan perdagangan semakin membaik," kata Syahganda mengungkap poin-poin sambutan Presiden.

Sejumlah pertunjukan seni dan budaya tradisional turut ditampilkan dalam acara jamuan di Istana Bogor tersebut, di antaranya tarian-tarian tradisional dari suku-suku di Ambon dan Jawa.***


Editor : Irma Nurfajri