Buky Wibawa Terpilih Aklamasi Jadi Ketua Asprov PSSI Jabar

Buky Wibawa Karya Guna terpilih aklamasi sebagai Ketua Asprov PSSI Jabar. Ia menyiapkan penguatan lisensi pelatih, infrastruktur, dan kompetisi usia dini.

Buky Wibawa Terpilih Aklamasi Jadi Ketua Asprov PSSI Jabar
Buky Wibawa Karya Guna terpilih aklamasi sebagai Ketua Asprov PSSI Jabar. Ia menyiapkan penguatan lisensi pelatih, infrastruktur, dan kompetisi usia dini.

INILAHKORAN.ID - Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Jawa Barat memiliki pemimpin baru. Di adalah Buky Wibawa Karya Guna.

Kakak kandung lady rocker Indonesia, Nicky Astria ini terpilih secara aklamasi dalam Kongres Luar Biasa (KLB) Asprov PSSI Jawa Barat yang digelar di Hotel Horison, Jalan Pelajar Pejuang, Kota Bandung, Sabtu (17/10/2026).

Buky menyebut terpilihnya dirinya ini merupakan bentuk kepercayaan dari para pemain suara (voters). Termasuk juga dari Tommy Apriantono dan Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan yang sebelumnya akan maju dalam pemilihan.

“Tentu saja selama ini juga ada peran yang tidak kalah penting, yang sangat penting, yaitu kehadiran Bu Vivin (Cahyani) sebagai Plt Asprov PSSI Provinsi Jawa Barat,” ujar Buky.

Menurutnya, Vivin selama ini terus menerus memberikan pembinaan yang luar biasa. Meski dalam waktu kurun kurang dari satu tahun, sudah banyak hal dilakukan.

“Yang juga tentu saja menginspirasi saya bagaimana nanti sepak bola atau ekosistem sepak bola di Provinsi Jawa Barat ini bisa kita bangun bersama,” tambahnya.

Buky yang juga merupakan Ketua DPRD Jawa Barat ini memastikan Jawa Barat sudah menjadi barometer dan kontributor untuk para pemain di tingkat nasional. 

“Dan saya juga tidak boleh melupakan sejarah bahwa saya berangkat dari klub UNI yang merupakan klub dan sekolah sepak bola tertua di Indonesia tahun 1903,” katanya. 

Buky memastikan memiliki beberapa pekerjaan rumah (PR) selama kepemimpinannya dalam empat tahun kedepan. Salah satunya melanjutkan pembinaan yang sudah menjadi program PSSI pusat. 

“Kita teruskan program kepelatihan lisensi, lalu memperhatikan infrastruktur sarana prasarana lapangan dengan memperbanyak turnamen-turnamen mulai yang usia dini,” tuturnya.

Selain itu, lanjutnya, pengembangan kembali Liga Desa, Liga Pesantren, Liga Pelajar dan Liga Mahasiswa. 

 ​Jadi, semakin banyak turnamen saya kira ini akan semakin baik dan sepak bola memang bolanya harus nempel di kaki para pemain sejak usia dini hampir setiap hari. Tanpa itu enggak mungkin sepak bola menjadi satu kesatuan dalam jiwa raga pemain itu,” tegasnya.


Editor : Ahmad Sayuti