Bulog Cirebon Kejar Target Serapan hingga Akhir Tahun
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Cirebon- Panen raya pada April–Mei lalu mungkin telah lewat. Namun, bagi Abdillah Luhur Nuratmaja dan jajaran Perum Bulog Kantor Cabang Cirebon, tugas merawat ketahanan pangan tidak mengenal kata jeda.
Abdillah mengatakan, pihaknya membukukan penyerapan gabah setara beras sebanyak 300 ribu ton hingga Oktober 2026.
Capaian itu menyisakan sekitar 40 ribu ton untuk memenuhi target prognosa pengadaan tahun ini sebesar 340 ribu ton.
Menurutnya pengadaan masih berlangsung pada musim panen gadu. Penyerapan akan dilanjutkan hingga akhir tahun selama produksi tersedia dan harga gabah memenuhi skema pembelian pemerintah atau Public Service Obligation (PSO).
“Sampai bulan Desember Perum Bulog masih melayani untuk penyerapan gabah tersebut,” kata Luhur, Minggu (11/10).
Menurut Abdillah, harga pembelian gabah yang diterapkan Bulog saat ini sebesar Rp6.500 per kilogram. Pada Oktober, penyerapan di sejumlah titik masih berjalan dengan volume sekitar 300 ton per hari.
"Jumlah tersebut lebih rendah dibandingkan saat panen raya pada April–Mei. Dalam periode puncak pengadaan itu, volume gabah yang diserap dapat mencapai 7.000 ton per hari," ungkapnya.
Dia menjelaskan, gabah hasil pembelian kemudian diolah melalui mitra penggilingan. Setelah menjadi beras, hasilnya dikirim kembali ke gudang Bulog untuk disimpan sebagai Cadangan Beras Pemerintah (CBP).
Untuk menopang pengadaan tersebut, Bulog Cirebon menyediakan kapasitas penyimpanan sekitar 189.900 ton. Kapasitas itu berasal dari gudang induk sebesar 125.000 ton serta 26 gudang sewa dengan daya tampung total 64.900 ton.
"Gudang sewa tersebut tersebar di Kabupaten Cirebon, Kuningan, dan Majalengka melalui kerja sama dengan penyedia jasa pergudangan," ucapnya.
Adapun stok beras medium yang saat ini dikuasai Bulog Cirebon mencapai 183.000 ton. Sementara stok beras premium tercatat sekitar 900 ton.
Menurutnya, di tengah pengadaan yang terus berjalan, Bulog Cirebon juga telah menyalurkan 25.000 ton beras melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) hingga Oktober 2026. Luhur menyebut realisasi tersebut sudah melampaui target penyaluran.
“Penyaluran beras SPHP di kantor cabang Cirebon telah melebihi target 100 persen yaitu sebanyak 25 ribu ton sampai oktober 2026,” kata Abdillah.
(maman suharman)
Editor : Inilahkoran
