Buntut Panjang Kebakaran Pasar Leuwiliang Sasar Seleksi Direksi Perumda Pasar Tohaga
Kebakaran yang terjadi di Pasar Leuwiliang pada akhir Bulan September pasa Tahun 2023 lalu 'berbuntut panjang' hingga ke tahapan seleksi Direksi Perumda Pasar Tohaga.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bogor - Kebakaran yang terjadi di Pasar Leuwiliang pada akhir Bulan September pasa Tahun 2023 lalu 'berbuntut panjang' hingga ke tahapan seleksi Direksi Perumda Pasar Tohaga.
Ketua LSM Gerakan Nasional Padjadjaran (Genpar) Kabupaten Bogor Sambas Alamsyah yang memimpin aksi damai di depan Kantor Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI di Jakarta, pada Kamis pekan kemarin menyebut ada dugaan bahwa seleksi Direksi Perumda Pasar Tohaga bernuansa tidak fair.
Hal itu karena ada muatan kepentingan, dimana Direksi yang terpilih nanti untuk memuluskan langkah investor tertentu yang bakal membangun dan mengelola Pasar Leuwiliang yang baru, pasca hangus terbakar.
"Saya melihat (Penjabat Bupati Bogor) sedang membuat skenario, agar Haris Setiawan dilantik kembali menjadi Direktur Utama, lalu dipilih orang-orang dekatnya sebagai Direktur Operasional dan Direktur Umum. Untuk selanjutnya, memuluskan investor atau bohir tertentu yang bakal membangun Pasar Leuwiliang yang baru yang rencananya menjadi pasar induk," sebut Sambas Alamsyah kepada wartawan, Rabu, 21 Agustus 2024.
Sambas Alamsyah pun mengingatkan agar Pemkab Bogor tidak ugal-ugalan dalam menseleksi jajaran Direksi Perumda Pasar Tohaga yang hari ini kabarnya nama-nama direksinya sudah ada di 'kantong' penjabat Bupati Bogor.
"Jangan ugal-ugalan dan tabrak aturan, seperti sebelumnya juga Haris Setiawan dipaksakan diperpanjang masa jabatannya selama lima tahun, padahal tidak memenuhi syarat seperti target Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang hanya tercapai du satu tahun dalam lima tahun kepemimpinannya," tuturnya.
Penjabat Sekda Kabupaten Bogor Suryanto Putra menyangkal dugaan memuluskan langkah investor tertentu yang bakal membangun dan mengelola Pasar Leuwiliang yang baru.
"Pasar Leuwiliang itu belum apa-apa, belum tau skema dan kalaupun bakal ada investor harus ada proses seleksi hingga kami menampik dugaan tersebut," kilah Suryanto Putra.
Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Arif Rahman menjelaskan bahwa rencananya, Pemkab Bogor bakal menggandeng investor untuk membangun dan mengelola Pasar Leuwiliang dengan mekanisme Building Operate Transfer (BOT).
"Pasar Leuwiliang akan dibangun investor dengan mekanisme BOT, nilai investasinya bisa mencapai Rp 200 miliar, tapi itu semua tergantung konsep atau Detail Engineering Design (DED)," jelas Arif Rahman.***
Editor : Ahmad Sayuti
