Calon Wakil Wali Kota Bandung Arif Wijaya Paparkan Gagasan Pro Rakyat Saat Sapa Warga Binong Jati
Calon Wakil Wali Kota Bandung, Arif Wijaya kembali menyosialisasikan berbagai program dan gagasan yang diusung Paslon Dandan-Arif dalam kegiatan sapa warga di RW 03, Binong Jati, Kota Bandung, Minggu, 27 Oktober 2024. Paslon yang terus menggaungkan Ngadandanan Kota Bandung itupun menyampaikan berbagai program prioritas khususnya terkait pendidikan dan kesehatan.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN,Bandung- Calon Wakil Wali Kota Bandung nomor urut 1, Arif Wijaya melanjutkan safari politiknya melalui kegiatan Sapa Warga di RW 03, Binong Jati, Kota Bandung, Minggu, 27 Oktober 2024.
Dalam kegiatan tersebut, Arif Wijaya yang berpasangan dengan Dandan Riza Wardana dalam Pilwalkot Bandung 2024 itu pun kembali menyampaikan sejumlah gagasannya dalam upaya menggelorakan konsep Ngadandanan Kota Bandung.
Kegiatan sapa warga yang diwarnai dengan suasana hangat dan akrab tersebut, Arif Wijaya mengenalkan beberapa program andalan yang diusung pasangan calon dengan tagline Bandung Asikk tersebut.
Disamping memperkenalkan gagasan Ngadandanan Kota Bandung, Arif Wijaya turut memaparkan beberapa program yang menjadi komitmen Paslon Dandan-Arif khususnya program pendidikan. Arif mengatakan sektor pendidikan menjadi salah satu program prioritas yang diharapkan dapat membantu masyarakat dalam mendapatkan hak dasar berupa pendidikan.
Arif Wijaya juga menyampaikan komitmennya untuk menghadirkan puskesmas berstandar internasional. Ini untuk mendekatkan dan memudahkan layanan kesehatan bagi warga Kota Bandung. Karena bisa akses rawat inap hingga persalinan di puskesmas.
Program lain yang turut disampaikan adalah koperasi tingkat RW. Semangat program itu adalah untuk melawan jeratan Bank Emok di masyarakat. "Hari ini kami sosialisasi dan silaturahmi saja ke warga RW 03, Binong Jati," tutur Arif.
Dalam kesempatan itu,Arif juga menjabarkan terkait gagasan menghadirkan e-commerce khusus Usha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Kota Bandung. Itu diharapkan menjadi salah satu solusi untuk menggeliatkan perekonomian warga. Khususnya para pelaku UMKM.
Tidak terkecuali bagi para perajin rajut yang sudah melegenda di kawasan Binong Jati tersebut. Ia berharap bisa mengembalikan kejayaan para perajin rajut di kawasan itu. "Ini bukan sekedar untuk penjualan, tapi juga upaya pembinaan agar UMKM bisa naik kelas dengan standar internasional," pungkasnya.***
Editor : Ghiok Riswoto

