Cibeunying Kaler Luncurkan Simpel Cibkal: Akses Cepat Layanan Tepat

SIMPEL Cibkal memudahkan warga mengakses layanan publik melalui WhatsApp. Urusan administrasi pun diharapkan lebih cepat dan transparan.

Cibeunying Kaler Luncurkan Simpel Cibkal: Akses Cepat Layanan Tepat
SIMPEL CIBKAL: Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bandung, Iskandar Zulkarnain menghadiri peluncuran inovasi Simpel Cibkal (Sistem Pelayanan Cibeunying Kaler Berbasis Media Digital) di Aula Kantor Kecamatan Cibeunying Kaler, Selasa (20/10). Langkah ini sebagai upaya menghadirkan pelayanan publik yang lebih mudah, cepat, dan dekat dengan masyarakat.(ISTIMEWA)

Oleh: Gin Gin T.Ginulur

Tak semua urusan administrasi harus dimulai dengan perjalanan ke kantor pemerintahan. Di tengah kesibukan sehari-hari, warga kini bisa memanfaatkan telepon genggam untuk mengakses sejumlah layanan kewilayahan melalui WhatsApp.

Kemudahan itu coba dihadirkan Kecamatan Cibeunying Kaler, Kota Bandung, melalui Simpel Cibkal (Sistem Pelayanan Cibeunying Kaler Berbasis Media Digital). 

Inovasi ini dirancang untuk memangkas jarak antara warga dan birokrasi, sekaligus membuat pelayanan publik lebih mudah, cepat, dan transparan.

Peluncuran Simpel Cibkal berlangsung di Aula Kantor Kecamatan Cibeunying Kaler, Selasa (20/10), dihadiri Sekretaris Daerah Kota Bandung Iskandar Zulkarnain.

Bagi Iskandar, inovasi ini menarik karena tidak berhenti pada pengelolaan pelayanan di lingkungan kecamatan. Simpel Cibkal mulai menghubungkan layanan dengan perangkat daerah lain, terutama untuk kebutuhan administrasi kependudukan.

“Ini salah satu inovasi yang menurut saya hebat. Biasanya sistem itu hanya mengatur di kantornya saja, tetapi yang ini sudah bisa berkolaborasi dengan dinas lain,” ujar Iskandar.

Pemilihan WhatsApp sebagai pintu masuk pelayanan juga dinilai tepat. Aplikasi percakapan tersebut telah akrab digunakan masyarakat sehingga warga tidak perlu lebih dahulu mempelajari sistem baru untuk mengurus keperluan administrasi.

Berdasarkan paparan Kecamatan Cibeunying Kaler, sekitar 95 persen pengguna internet di Kota Bandung menggunakan WhatsApp. Kebiasaan itu menjadi peluang bagi pemerintah untuk menghadirkan layanan yang lebih dekat dengan keseharian masyarakat.

Melalui kanal digital tersebut, warga diharapkan bisa memperoleh informasi dan mengajukan kebutuhan administrasi tanpa harus selalu mendatangi kantor kelurahan atau kecamatan.

Camat Cibeunying Kaler Lindu mengatakan, penyederhanaan kanal pelayanan diperlukan karena Pemerintah Kota Bandung memiliki beragam aplikasi yang dikembangkan oleh masing-masing perangkat daerah. Kondisi itu berpotensi membuat warga harus berhadapan dengan banyak platform untuk mengakses layanan yang berbeda.

Simpel Cibkal diharapkan menjadi pintu awal yang memudahkan masyarakat menemukan layanan sesuai kebutuhannya. Beberapa layanan yang disiapkan mencakup pengajuan surat keterangan domisili kependudukan, domisili badan hukum, yayasan, organisasi kemasyarakatan, serta layanan tertentu yang menjadi kewenangan kelurahan dan kecamatan.

“Yang pasti dari Diskominfo juga sudah ada aplikasi Kota Bandung yang dapat diakses OPD sampai kelurahan. Di sana ada tanda tangan elektronik yang sudah tersertifikasi,” ujar Lindu.

Penggunaan tanda tangan elektronik tersertifikasi menjadi bagian dari pengembangan pelayanan digital tersebut. Dokumen yang diterima masyarakat dalam bentuk berkas elektronik nantinya dapat diverifikasi melalui kode QR yang tercantum pada dokumen.

Dengan mekanisme itu, digitalisasi tidak sekadar memindahkan proses administrasi ke layar ponsel, tetapi juga diarahkan untuk mendukung keabsahan dokumen dan akuntabilitas pelayanan. (gin)


Editor : Inilahkoran