Daop 2: Trafik Penumpang KA Terkonsentrasi di Stasiun Bandung dan Kiaracondong

Daop 2 Bandung mencatat tingginya mobilitas masyarakat selama Lebaran 2026. Sebanyak 441.610 penumpang berangkat dan 430.569 penumpang datang. 

Daop 2: Trafik Penumpang KA Terkonsentrasi di Stasiun Bandung dan Kiaracondong
Manager Humas Daop 2 Bandung Kuswardojo mengatakan, dari data tersebut terdapat tujuh stasiun dengan aktivitas pelayanan penumpang tertinggi, baik untuk keberangkatan maupun kedatangan. (istimewa)

INILAHKORAN.ID - Daop 2 Bandung mencatat tingginya mobilitas masyarakat selama Lebaran 2026. Sebanyak 441.610 penumpang berangkat dan 430.569 penumpang datang. 

Manager Humas Daop 2 Bandung Kuswardojo mengatakan, dari data tersebut terdapat tujuh stasiun dengan aktivitas pelayanan penumpang tertinggi, baik untuk keberangkatan maupun kedatangan. 

"Tingginya volume ini mencerminkan peran strategis wilayah Daop 2 Bandung sebagai salah satu simpul transportasi utama di Jawa Barat," kata Kuswardojo, Rabu (8/4/2026).

Secara kumulatif untuk pelayanan penumpang berangkat, Stasiun Bandung menjadi yang tertinggi dengan total 122.972 penumpang. Disusul Stasiun Kiaracondong sebanyak 89.946 penumpang, kemudian Stasiun Tasikmalaya sebanyak 36.476 penumpang, Stasiun Cianjur 32.519 penumpang, Stasiun Cipatat 25.417 penumpang, Stasiun Banjar 20.680 penumpang, serta Stasiun Purwakarta sebanyak 20.090 penumpang.

Sementara itu, secara kumulatif untuk pelayanan penumpang datang, Stasiun Bandung juga mencatat angka tertinggi dengan 122.350 penumpang. Diikuti Stasiun Kiaracondong sebanyak 75.037 penumpang, Stasiun Tasikmalaya 38.367 penumpang, Stasiun Cianjur 34.326 penumpang, Stasiun Cipatat 26.358 penumpang, Stasiun Banjar 23.388 penumpang, dan Stasiun Purwakarta sebanyak 18.999 penumpang.

Sebagai langkah antipasi, Daop 2 Bandung memastikan kelancaran operasional selama masa angkutan Lebaran. Mulai dari penambahan petugas pelayanan, optimalisasi sarana dan prasarana, hingga peningkatan pengawasan di seluruh area operasional baik di jalur rel maupun di stasiun.

Selain itu, koordinasi dengan berbagai pihak juga terus dilakukan guna menjaga keamanan dan ketertiban selama periode puncak arus mudik dan balik. PT Kereta Api Indonesia (KAI) juga memastikan seluruh perjalanan kereta api berjalan sesuai standar operasional yang mengutamakan keselamatan.


Editor : Doni Ramdhani