Dari Seragam ke Cangkul: Bripka Toto Sulap Lahan Kosong Jadi Mesin Ekonomi Desa

Bripka Toto Heryanto seorang anggota Bhabinkamtibmas di Polsek Pagaden Kabupaten Subang menyuilap lahan kosong menjadi ekonomis

Dari Seragam ke Cangkul: Bripka Toto Sulap Lahan Kosong Jadi Mesin Ekonomi Desa
Plt. Dirbinmas Polda Jawa Barat, Kombes Pol Hendra Rochmawan menyerahkan penghargaan langsung kepada Bripka Toto Heryanto

INILAHKORAN. ID - Di sebuah desa bernama Cidadap, Kecamatan Pagaden, Subang, kehidupan masyarakat mulai berubah berkat tangan seorang polisi bernama Bripka Toto Heryanto. Sebagai bhabinkamtibmas Polsek Pagaden, banyak yang mengira tugasnya sebatas menjaga keamanan. 

Namun Toto memilih melihat desa binaannya sebagai ruang yang bisa tumbuh, dan melihat warganya sebagai potensi yang bisa diberdayakan. Dari cara ia bekerja, warga menjulukinya “tangan emas”.

Perubahan itu bermula dari sesuatu yang terlihat sepele: pekarangan-pekarangan rumah yang kosong. Di banyak desa, lahan seperti itu dibiarkan begitu saja. Tetapi bagi Toto, setiap jengkal tanah adalah peluang. Ia datang dari rumah ke rumah, membawa gagasan tentang ketahanan pangan dan pemberdayaan warga. Dari gagasan itulah lahir program yang ia sebut “Pekarangan Bergizi Mencakup Tanaman dan Hewani”.

Program tersebut tumbuh melalui kolaborasi dengan BUMDes Cidadap. Bersama warga, Toto mulai menghidupkan budidaya terong ungu, melon, cabai rawit, dan ternak ayam KUB serta ikan lele. Bibit cabai dibagikan gratis, sementara BUMDes berjanji membeli kembali hasil panen warga. 

"Dengan skema itu, setiap warga yang menanam otomatis memiliki kepastian pasar. Ekonomi bergerak, aktivitas tumbuh, dan lahan kosong berubah menjadi sumber penghidupan," katanya, Rabu  10 Desember 2025

Di tengah program itu, ia melibatkan banyak pihak. Anak-anak muda desa yang sebelumnya menganggur kini bekerja mengelola tanaman dan peternakan rumahan.

Tokoh agama setempat, ikut terlibat sebagai pembimbing teknis. Kegiatan demi kegiatan tercipta dari semangat gotong-royong dan kesadaran bahwa kesejahteraan bergerak dari tangan-tangan mereka sendiri.

Pendekatan Toto menggambarkan bahwa tugas kepolisian bukan hanya soal patroli dan penegakan hukum. Ia menempatkan diri sebagai penghubung antara potensi desa dan kebutuhan warganya. Konsep pemolisian masyarakat hadir dalam bentuk yang lebih nyatamenghadirkan rasa aman melalui aktivitas produktif, melalui pemberdayaan, dan melalui rasa memiliki terhadap lingkungan sendiri.

Kerja keras Toto akhirnya mendapat perhatian dari pimpinan kepolisian. Pada 10 Desember 2025, Plt. Dirbinmas Polda Jawa Barat, Kombes Pol Hendra Rochmawan menyerahkan penghargaan langsung kepada Bripka Toto Heryanto. 

Ia menyebut bahwa apresiasi ini adalah bentuk penghargaan terhadap anggota yang tidak hanya menjadi pengayom, tetapi juga penggerak perubahan sosial. 

"Prestasi Toto juga diharapkan menjadi inspirasi bagi Bhabinkamtibmas di seluruh Indonesia, karena membuktikan bahwa aparat kepolisian dapat berperan besar dalam menciptakan kesejahteraan masyarakat," kata Hendra.

Di Desa Cidadap, hasil dari kerja itu terlihat jelas. Pekarangan yang dulu kosong kini dipenuhi tanaman produktif. Aroma melon matang, deretan terong ungu, kolam lele rumahan, dan suara ayam KUB menjadi tanda bahwa desa itu bergerak menuju kemandirian. 

Warga yang dulu pasif kini aktif mengelola pekarangan. Anak muda memiliki pekerjaan. Dan dalam setiap panen, nama Bripka Toto hadir sebagai penggerak utamanya.

Ia tidak bekerja dengan sirene atau tindakan dramatis. Ia bekerja dengan sabar, dari rumah ke rumah, dari bibit ke bibit, dari lahan kecil menuju perubahan yang lebih besar. Dan mungkin di situlah letak nilai tertinggi dari pengabdian seorang polisi, yang menghadirkan harapan, menggerakkan masyarakat, dan menunjukkan bahwa keamanan juga bisa tumbuh dari kesejahteraan.


Editor : Ahmad Sayuti