Dedi Mulyadi Kaget Ada 100 Orang Meninggal Dunia Kecelakaan di Jalan Parung Panjang-Bunar Selama Dua Tahun

Dalam dua tahun, 100 orang meninggal dunia akibat kecelakaan di Jalan Parung Panjang-Bunar Kabupaten Bogor. Jumlah ini diungkapkan Kapolres Bogor AKBP Rio Wahyu Anggoro kala berbincang dengan Gubernur Jabar terpilih Dedi Mulyadi yang diunggah di akun Instagram pribadi Dedi Mulyadi.

Dedi Mulyadi Kaget Ada 100 Orang Meninggal Dunia Kecelakaan di Jalan Parung Panjang-Bunar Selama Dua Tahun
Jumlah ini diungkapkan Kapolres Bogor AKBP Rio Wahyu Anggoro kala berbincang dengan Gubernur Jabar terpilih Dedi Mulyadi yang diunggah di akun Instagram pribadi Dedi Mulyadi. (

INILAHKORAN, Bandung - Dalam dua tahun, 100 orang meninggal dunia akibat kecelakaan di Jalan Parung Panjang-Bunar Kabupaten Bogor. Jumlah ini diungkapkan Kapolres Bogor AKBP Rio Wahyu Anggoro kala berbincang dengan Gubernur Jabar terpilih Dedi Mulyadi yang diunggah di akun Instagram pribadi Dedi Mulyadi.

"Selama kami menjadi Kapolres Bogor kurang lebih satu tahun delapan bulan, itu kasus kecelakaan yang diakibatkan baik itu lalainya si pengemudi, baik itu dari kontur jalannya yang kurang memadai, jalan rusak dan sebagainya itu menimbulkan korban jiwa yang sangat banyak," ujar Rio dalam rekaman di akun Instagram pribadi Dedi Mulyadi yang dilihat, Senin 10 Februari 2025.

Dedi Mulyadi kemudian menanyakan kepada Rio, berapa korban akibat kecelakaan di Jalan Parung Panjang-Bunar tersebut. 

"Selama kami di sini hampir 100 lebih pak Gub," jawab Rio. 

Mendengar hal tersebut, Dedi Mulyadi pun kaget dan menduga hal itu terjadi akibat pemerintahan provinsi lambat membangun jalan Parung Panjang-Bunar.

"Punten (maaf) ya, bukan kita ingin negatif ya tidaklah. Akibat lambatnya provinsi membangun jalan itu berakibat pada kecelakaan," ujar Dedi.

Dedi kemudian kembali menanyakan, bagaimana bisa banyak orang meninggal dunia di Jalan Parung Panjang-Bunar. 

"Itu kurang lebih hampir dua tahun data kami, itu karena kontur jalan, jumlah muatan, kemudian jalan rusak, penerangan jalan umum yang kurang memadai dan sempitnya jalan, kami butuh bantuan dari Pemprov Jabar," ujar Rio. 

Menanggapi hal tersebut, Dedi Mulyadi mengklaim sudah menyiapkan rencana untuk melakukan perbaikan jalan di Parung Panjang-Bunar. 

"Tahun 2026 kita sudah oke, karena 2025 terlalu mepet ya. Kita bangun, total selesai yang penting tahanya karena ingin diperlebar. Jadi kita akan bangun jalan tambang khusus," pungkasnya. 


Editor : Doni Ramdhani