Dedi Mulyadi Pastikan Tambang Ilegal di Jabar Sudah Banyak Berkurang

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memastikan, aktivitas tambang ilegal di Jabar sudah banyak berkurang.

Dedi Mulyadi Pastikan Tambang Ilegal di Jabar Sudah Banyak Berkurang
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memastikan, aktivitas tambang ilegal di Jabar sudah banyak berkurang.

INILAHKORAN.ID - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memastikan, aktivitas tambang ilegal di Jabar sudah banyak berkurang.

Dedi mengatakan, tambang ilegal di Jabar paling saat ini hanya sekitar 10 persen. Itu pun kata dia kucing-kucingan dengan pemerintah.

"Ya kalau tambang ilegal kan di Jawa Barat sekarang sudah hampir (habis), ya paling tinggal 10 persen lagi. Yang ada itu di Jawa Barat paling kucing-kucingan yang ambil tanah untuk urugan," ujar Dedi di Gedung Sate, Kota Bandung, Selasa 2 Desember 2025.

Aktivitas tambang ilegal seperti pasir dan batu, dipastikannya sudah tidak ada lagi seiring dengan pengetatan pengawasan yang dilakukan.

"Kalau tambang ilegal seperti penambangan pasir, batu dan berbagai kegiatan lainnya sudah hampir tidak ada ya," ucapnya.

Dedi memperkirakan, paling yang masih terjadi saat ini adalah penambangan emas secara liar dengan skala kecil atau gurandil.

Itu pun posisinya lanjut dia, berada di lereng gunung pada perbatasan Banten dan Jabar.

"Yang banyak itu Gurandil. Yang di lereng gunung itu yang sebagian masuk Banten, sebagian masuk Jabar. Kalau itu masih banyak gitu loh. Karena gubernurnya enggak bisa jalan kaki seperti ke tambang batu, kalau itu kan harus ke dalam. Nah, itu juga harus ditangani secara serius, karena Gurandil itu kan ngelubangin. Nanti ngelubangin kemudian dan lubangnya nanti ternganga, pecah, belah, rontok," paparnya.

Belum lagi aktivitas gurandil ini sambung dia juga mencemari lingkungan, karena menggunakan zat kimia berbahaya dalam memurnikan emas.

"Nah, kemudian yang berbahaya lagi dari tambang ilegal emas itu, mereka banyak menggunakan sianida untuk membersihkan emasnya. Sudah deh. Itu kiamat itu," tandasnya.***


Editor : JakaPermana