Dedi Mulyadi Sebut Soal Korupsi Paling Berbahaya di Hakordia 2025

9 Desember 2025 ditetapkan menjadi Hari Anti Korupsi Sedunia (Hakordia). Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memiliki persepsi sendiri, mengenai peringatan Hakordia 2025 ini.

Dedi Mulyadi Sebut Soal Korupsi Paling Berbahaya di Hakordia 2025
9 Desember 2025 ditetapkan menjadi Hari Anti Korupsi Sedunia (Hakordia). Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memiliki persepsi sendiri, mengenai peringatan Hakordia 2025 ini.

INILAHKORAN.ID - 9 Desember 2025 ditetapkan menjadi Hari Anti korupsi Sedunia (Hakordia). Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memiliki persepsi sendiri, mengenai peringatan Hakordia 2025 ini.

Khususnya di masa sekarang, banyaknya terjadi bencana alam di Jawa Barat akibat kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh manusia.

Dedi mengatakan, korupsi paling berbahaya adalah tindakan oknum yang mengambil aset negara dalam bentuk alam. 

Imbas dari korupsi tersebut kata Dedi, bencana alam terjadi dimana-mana. Baik banjir maupun longsor, yang merugikan banyak pihak.

"Salah satu korupsi yang paling berbahaya adalah mengambil aset-aset negara dalam bentuk alam," ujar Dedi di usai rapat koordinasi bencana di IPDN, Jatinangor, Sumedang, Selasa 9 Desember 2025.

Contohnya kata dia, pembalakan hutan, mengeruk tanah dan membangun bangunan di sempadan sungai untuk kepentingan pribadi, merupakan salah satu bentuk korupsi yang paling berbahaya.

Di mana ini terjadi di Jawa Barat, karena banyak alih fungsi lahan. Pohon yang seharusnya menjadi penahan air, dibabat untuk kepentingan pembangunan oleh manusia.

Sebab itu dia menilai, korupsi yang paling jahat dan berbahaya adalah tindakan manusia yang serakah dengan membabat alam dan lingkungannya.

"Mengeruk rawa-rawa untuk kepentingan komersial dan itu rawa-rawanya milik negara, danaunya milik negara, itu adalah korupsi yang paling jahat," ucapnya.***


Editor : JakaPermana