Dedie A Rachim Ngotot Tunda Pencabutan Subsidi Biskita Trans Pakuan di Kota Bogor
Wali Kota Bogor terpilih Dedie A Rachim meminta Kementerian Perhubungan menunda pencabutan subsidi Biskita Trans Pakuan di Kota Bogor.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bogor - Wali Kota Bogor terpilih Dedie A Rachim meminta Kementerian Perhubungan menunda pencabutan subsidi Biskita Trans Pakuan di Kota Bogor.
Dedie A Rachim beralasan, pencabutan subsidi Biskita Trans Pakuan itu bisa berdampak luas terhadap program pembenahan sistem transportasi di Kota Hujan.
Untuk itu, Dedie A Rachim meminta program buy the service (BTS) Biskita Trans Pakuan itu tetap diberikan kesempatan sebelum sepenuhnya dialihkan subsidinya ke APBD.
"Kami minta BTS Biskita Trans Pakuan tetap diberikan kesempatan. Jadi ada beberapa pertimbangan yang seharusnya bisa dijadikan landasan Kemenhub supaya tidak mencabut subsidi Biskita Trans Pakuan lebih awal," kata Dedie A Rachim, Rabu 22 Januari 2025.
Dia melanjutkan, salah satunya soal penyerahan aset Terminal Baranangsiang kepada Kemenhub pada 2019. Hal itu merupakan bentuk kontribusi Pemkot Bogor kepada pemerintah pusat.
"Ini adalah kontribusi anak kepada orangtuanya. Kota Bogor memiliki keistimewaan tersendiri, selain memiliki Istana dan Kebun Raya Bogor, sekaligus menjadi tempat Presiden Prabowo menerima tamu dari negara lain. Tidak dapat dipungkiri bahwa Kota Bogor memberikan kontribusi pula kepada pemerintah pusat," terang Dedie.
Sebelumnya, Plt Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Suharto menyatakan rasionalisasi anggaran pemerintah pusat menjadi salah satu alasan pengalihan pengelolaan Biskita Trans Pakuan Bogor.
"Dengan adanya rasionalisasi anggaran, tidak mungkin lagi pemerintah pusat mengalokasikan anggaran untuk program subsidi BTS di Kota Bogor," tegas Suharto.
Suharto menyatakan, proses pengalihan subsidi Biskita Trans Pakuan Bogor telah direncanakan sejak 2023. Namun, saat itu Pemkot Bogor belum sepenuhnya siap, sehingga pengelolaan diperpanjang hingga 2024.
"Tahun lalu, Kota Bogor menyatakan kesiapannya untuk mengelola Biskita dengan mengalokasikan Rp10 miliar. Artinya, pengalihan ini memang tidak dilakukan sepihak dan tidak mendadak, ada proses yang cukup panjang," jelasnya.
Editor : Doni Ramdhani
