Dedie Ungkap Salah satu sebab Angka Pengangguran Tinggi, Orang Tua Tidak Izinkan Anak Bekerja Jauh
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim mengatakan terdapat tantangan yang mesti dihadapi Kota Bogor dalam menyelesaikan masalah angka pengangguran yang cukup tinggi, salah satunya yakni sikap orang tua yang terlalu protektif terhadap anaknya.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bogor - Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim mengatakan terdapat tantangan yang mesti dihadapi Kota Bogor dalam menyelesaikan masalah angka pengangguran yang cukup tinggi, salah satunya yakni sikap orang tua yang terlalu protektif terhadap anaknya.
"Jadi banyak orang tua yang tidak mengizinkan anaknya kerja di luar Bogor dan jauh-jauh. Sementara lapangan pekerjaan di Bogor sudah sempit dan padahal peluang kerja bukan hanya di Bogor saja," ungkap Dedie pada Rabu 11 Juni 2025.
Dedie memaparkan, selain itu, pengangguran juga banyak terjadi karena daya juang warga yang lemah. Hal itu ditemukannya dalam beberapa kasus.
"Ada warga Kota Bogor yang sudah diberikan peluang kerja tapi ditolak karena lokasi tempat kerjanya dianggap jauh. Padahal masih di area Gunung Putri, Kabupaten Bogor," terang Dedie.
Dedie menjelaskan, pada saat ini Jepang tengah kekurangan tenaga kerja, mereka membutuhkan 30 ribu pekerja per tahun. Hal ini terjadi karena sedang berusaha menggantikan pekerja dari negara lain dengan pekerja dari Indonesia.
"Penggantian itu karena orang Indonesia dinilai sebagai pribadi yang memiliki kesan baik di mata Jepang," jelasnya.
Dedie menambahkan, kebutuhan itu sebenarnya bisa dipenuhi kalau orang tua tidak protektif pada anaknya dan daya juang masyarakat dipicu.
Diketahui, angka pengangguran di Kota Bogor menjadi salah satu pekerjaan rumah Pemkot Bogor. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukan tingkat pengangguran terbuka di Kota Bogor mencapai angka 8,13 persen pada 2024.***
Editor : JakaPermana
