Demi Disabung Islam Makhachev, Ilia Topuria Siap Nekat Naik ke Kelas Welter
Ilia Topuria rupanya begitu menginginkan pertarungan melawan Islam Makhachev sekalipun keduanya berada di divisi berbeda.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung- Ilia Topuria rupanya begitu menginginkan pertarungan melawan Islam Makhachev sekalipun keduanya berada di divisi berbeda.
Ilia Topuria sudah melepas sabuk juara kelas bulu dengan harapan bertarung melawan Islam Makhachev yang beberapa waktu lalu merajai kelas ringan.
Namun, Islam Makhachev malah melepas sabuk juara kelas ringan dan memilih naik ke kelas welter untuk mengejar sabuk juara keduanya seperti yang dilakukan Ilia Topuria.
Islam Makhachev dikonfirmasi CEO UFC Dana White bakal bertarung melawan raja kelas welter, Jack Della Maddalena meski waktu dan tempat belum diumumkan secara resmi.
Di sisi lain, Ilia Topuria akan dihadapkan dengan Charles Oliveira dalam duel perebutan sabuk juara kelas ringan di UFC 317, 29 Juni 2025 mendatang.
Ilia Topuria sempat menghujat langkah Makhachev yang dia sebut lari ke kelas welter karena menghindari dirinya.
Ditanya apakah akan naik ke kelas welter untuk mengejar pertarungan melawan Makhachev, Ilia Topuria mengaku siap saja andai UFC menginginkannya.
"Bukan rencana saya untuk bertarung demi gelar, lalu naik ke kelas welter. Namun, itu tergantung pada bagaimana keadaan berkembang, tergantung pada apa yang diinginkan UFC dari saya. Karena pada akhirnya, saya tidak membuat keputusan... apa pun yang cocok untuk UFC dan saya, kami akan melakukannya." cuit Topuria di akun X miliknya seperti dikutip dari sportskeeda.
Saat ini, Topuria malah lebih sering bicara menghujat keputusan Makhachev pindah ke kelas welter ketimbang pertarungannya melawan Oliveira.
Berbagai kata-kata brutal dia lontarkan di media sosial mulai dari menyebut Islam Makhachev kabur, munafik, hingga pengecut.
Teranyar, Ilia Topuria menilai Makhachev mengalami kerusakan mental lantaran ketakutan terhadap dirinya.
"Saya pikir Islam, saat ini, dia berada pada titik di mana secara mental, saya pikir dia hancur. Karena saya tidak berpikir itu hal yang baik bagi Anda untuk tahu jauh di lubuk hati bahwa Anda telah meninggalkan divisi karena takut. Tidak ada penjelasan lain," ungkapnya dalam wawancara yang dikutip dari sportskeeda.com.
Topuria juga merespons penilaian Makhachev yang menyebut dirinya belumlah teruji di kelas bulu lantaran hanya sekali mempertahankan gelar.
Topuria merebut sabuk juara kelas bulu dari tangan Alexander Volkanovsi, petarung yang dua kali dikalahkan Makhachev, sebelum memukul KO Max Holloway di UFC 308 lalu.
Menurut Topuria, mengalahkan Volkanovski dan Holloway sudah cukup menjadi bukti bahwa dirinya adalah petarung terbaik dalam sejarah kelas bulu.
Dia menilai tak ada nama lain yang patut untuk dilawan.
"Bayangkan jika saya meninggalkan kelas bulu dengan Max Holloway yang masih harus dikalahkan di kelas berat itu, atau beberapa pesaing yang benar-benar layak menyapu bersih seluruh divisi dan semua orang meneriakkan namanya," ungkapnya.***
Editor : Bsafaat
