Di Balik Catatan Realisasi Investasi Tertinggi Nasional, Dedi Mulyadi Soroti Nasib Pekerja Lokal

Provinsi Jawa Barat kembali mencatatkan hasil positif, dalam torehan realisasi investasi pada 2025 lalu. Di mana realisasi investasi Jabar tertinggi secara nasional.

Di Balik Catatan Realisasi Investasi Tertinggi Nasional, Dedi Mulyadi Soroti Nasib Pekerja Lokal
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi./Istimewa

INILAHKORAN.ID – Provinsi Jawa Barat kembali mencatatkan hasil positif, dalam torehan realisasi investasi pada 2025 lalu. Di mana realisasi investasi Jabar tertinggi secara nasional.

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi menyampaikan apresiasi kepada seluruh lapisan masyarakat dan jajaran pemerintahan daerah, yang dinilainya berhasil menjaga stabilitas sosial dan kepastian usaha, di mana dua faktor kunci tersebut yang mendorong investor menanamkan modal di Jawa Barat.

"Saya mengucapkan terima kasih ya, pada seluruh lapisan masyarakat di Provinsi Jawa Barat yang dipimpin oleh para ketua RT, RW, kepala dusun, kepala desa, kuwu, kepala kelurahan, jaro, camat, bupati dan wali kota, para Kepala Badan Penanaman Modal Satu Pintu, saya ucapkan terima kasih dan seluruh jajaran yang telah menjaga investasi di Jawa Barat," ujar Dedi, dikutip dari akun media sosialnya, Selasa 20 Januari 2026.

Berdasarkan data Kementerian Investasi/BKPM RI, realisasi investasi Jawa Barat sepanjang 2025 mencapai Rp296,8 triliun, atau 109,9 persen dari target. Capaian ini menempatkan Jawa Barat sebagai provinsi dengan realisasi investasi tertinggi secara nasional.

"Sehingga Jawa Barat menempati ranking tertinggi dalam penempatan investasi yang paling besar di Jawa Barat mencapai Rp296,8 triliun," ucapnya.

Namun di balik torehan positif itu, ada hal yang disoroti Dedi. Yakni bagaimana derasnya investasi yang masuk, harus memiliki makna dengan mengurangi pengangguran di daerah sendiri.

Dedi menekankan, tingginya nilai investasi harus diukur dari jumlah kesempatan kerja yang tercipta, bukan sekadar besaran modal yang masuk. Menurutnya, investasi wajib membuka ruang kerja seluas-luasnya agar masyarakat Jawa Barat tidak terjebak sebagai penonton di daerah sendiri.

"Seluruh rangkaian ini mudah-mudahan melahirkan kesempatan kerja yang terbuka sehingga masyarakat Jawa Barat bisa bekerja tidak menjadi pengangguran di daerahnya sendiri selanjutnya, seluruh investasi ini harus kita jaga bersama agar kita bisa terus meningkatkan kesejahteraan ekonomi," katanya.

Ia menilai, keberhasilan investasi sejati adalah ketika warga lokal terserap ke sektor-sektor produktif, sekaligus mampu mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis kesejahteraan. Karena itu, Dedi mengajak seluruh pihak untuk menjaga sinergi agar iklim usaha tetap kondusif dan berkelanjutan.

Selain penciptaan kerja, Dedi juga menyoroti pentingnya kualitas layanan pemerintah kepada masyarakat dan pelaku usaha. Menurutnya, pelayanan yang adil dan manusiawi menjadi prasyarat agar investasi bertransformasi menjadi manfaat sosial.

"Semoga seluruh layanan yang disajikan menjadi kebahagiaan bagi semua terima kasih ya, salam hormat untuk semua," harapnya.

Dia optimistis, dengan kolaborasi yang kuat antara pemerintah dan masyarakat, investasi dapat menjadi mesin utama pembuka lapangan kerja, sekaligus penggerak pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan.

Sebelumnya, realisasi investasi Jawa Barat pada 2025 tercatat melonjak 18,21 persen dibandingkan 2024 yang berada di angka Rp251,14 triliun. Lonjakan ini mencerminkan meningkatnya aktivitas ekonomi serta bertambahnya peluang kerja di berbagai sektor strategis.

Dari total realisasi tersebut, Penanaman Modal Asing (PMA) mencapai Rp147,02 triliun, sementara Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp149,8 triliun, menandakan peran signifikan investasi dalam dan luar negeri terhadap pasar kerja Jawa Barat.***


Editor : JakaPermana