Dianggarkan 2026, Dedi Mulyadi Bakal Tanam 'Pohon Abadi' di Jawa Barat

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi berencana bakal menanam 'pohon abadi' di kawasan hutan produksi yang ada di Jabar

Dianggarkan 2026, Dedi Mulyadi Bakal Tanam 'Pohon Abadi' di Jawa Barat
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi

INILAHKORAN.ID - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi berencana bakal menanam 'pohon abadi' di kawasan hutan produksi yang ada di Jabar.

Dedi mengatakan, pohon-pohon abadi tersebut tidak boleh ditebang, meski sudah berusia matang untuk diolah. Ini dilakukan dalam rangka menciptakan kawasan serapan air, guna mencegah bencana banjir dan longsor.

"Ya, pohon abadi ya. Jadi gini, pohon-pohon ini ada di kawasan hutan produksi. Nah, tetapi oleh saya enggak boleh ditebang hari ini dan itu dikatakan sebagai pohon abadi," ujar Dedi di Gedung Sate, Kota Bandung, Kamis 18 Desember 2025.

Pohon tersebut kata dia, akan dibeli dan dipelihara agar tumbuh, guna mereboisasi kawasan hutan gundul yang ada di Jawa Barat.

Dia menambahkan, anggaran telah dialokasikan dalam APBD 2026, guna merealisasikan rencana 'pohon abadi' tersebut.

"Beli Pak. Karena biaya reboisasi lebih mahal daripada beli pohon. Mulai tahun anggaran 2026 sudah kita siapkan," ucapnya.

Dedi pun menegaskan, tidak ada lagi hutan produksi di Jabar. Mengingat saat ini hutan yang ada hanya di kisaran 700 ribu hektare.

Itu pun imbuh Dedi, belum tentu di lahan 700 ribu hektare tersebut masih ada pohonnya. Seiring adanya pembalakan liar dan alih fungsi lahan yang terjadi.

"Saya menginginkan enggak usah ada hutan produksi. Sudah, karena kan hutannya sudah tinggal 700 ribu hektare. 700 ribu hektare itu kan peta, bukan pohon. Kan kalaupun di peta di Kementerian Kehutanan itu disebut hutan, itu kan belum tentu ada pohonnya. Itu kan di data tanahnya adalah kawasan hutan, bisa jadi pohonnya enggak ada," katanya.

Seperti diketahui sebelumnya, Dedi berencana akan memberdayakan masyarakat sekitar di kawasan lahan kritis untuk menanam dan memelihara pohon dengan upah Rp50 ribu per hari.

Di mana masing-masing warga akan mendapatkan lahan seluas dua hektare untuk diurus, hingga lahan tersebut kembali hijau.

Upaya ini dilakukan dalam rangka mengembalikan fungsi hutan yang ada di Jabar, usai terjadi alih fungsi sebagai kawasan serapan air. 


Editor : Ahmad Sayuti