DPRD Jabar Tegaskan Pemprov Masih Kucurkan Insentif Rp900 Ribu Per Tahun untuk Kader Posyandu
Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat MQ Iswara menegaskan, pemerintah provinsi (Pemprov) masih mengucurkan insentif sebesar Rp900 ribu per tahun untuk tiap kader Posyandu di Jabar.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat MQ Iswara menegaskan, pemerintah provinsi (Pemprov) masih mengucurkan insentif sebesar Rp900 ribu per tahun untuk tiap kader Posyandu di Jabar.
Iswara juga membantah rumor yang menyebut, bahwa pada tahun ini insentif untuk para kader atau tim penggerak Posyandu ini dihapus.
"Insentif Posyandu tetap ya. Saya harus sampaikan nih, karena kemarin sempat beredar (informasi) bahwa insentif untuk tenaga penggerak Posyandu yang Rp900 ribu per orang, pertahun katanya akan hilang," ujar Iswara dikutip Senin 18 Agustus 2025.
Bahkan kata dia, insentif bagi kader Posyandu ini rencananya bakal ditambah. Meski dia tidak merinci, besaran penambahan insentif bagi para kader dari nilai Rp900 ribu tiap orang per tahun tersebut.
"Tidak hilang, bahkan ada tambahan untuk insentif Posyandu," ucapnya.
Selain itu Iswara mengatakan, pada APBD Perubahan 2025 memang terjadi penambahan anggaran di sektor kesehatan.
Selain penambahan alat kesehatan di tempat layanan kesehatan, juga akan dilakukan pembangunan rumah sakit di perbatasan Majalengka-Subang.
"Kemudian juga ada untuk Puskesmas Rawat Inap," tandasnya.
Editor : Ahmad Sayuti
