Fakta-Fakta Penganiayaan Anak Down Syndrome di Surabaya hingga Meninggal Dunia
Deretan fakta penganiayaan hingga tewasnya anak down syndrome di Surabaya. Korban diduga dicekoki sabun dan dijerat tali sepatu oleh dua anak.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Kasus dugaan pembunuhan terhadap seorang anak penderita down syndrome berinisial Z (10) di Surabaya viral dan memicu keprihatinan publik. Peristiwa yang terjadi pada 12 Oktober 2026 ini melibatkan dua anak lainnya, yakni V (8) dan K (10).
Berikut adalah sederet fakta mengenai kronologi dan perkembangan kasus tersebut berdasarkan informasi yang dihimpun:
Kronologi Kejadian di Rumah Korban
Peristiwa tragis ini bermula saat korban berada di rumahnya dalam kondisi ditinggal sementara oleh orang tuanya.
Kondisi Rumah: Pada pagi hari sekitar pukul 07.00 WIB, ayah korban beristirahat setelah mengonsumsi obat, sementara ibu korban pergi berjualan sari kedelai di pasar.
Aktivitas Terkam CCTV: Sekitar pukul 08.15 hingga 08.32 WIB, dua anak terduga pelaku (V dan K) terekam kamera CCTV memasuki teras rumah korban. Terduga pelaku K sempat masuk kembali pada pukul 08.37 WIB sebelum akhirnya keluar.
Ditemukan Tergeletak: Ibu korban yang pulang dari pasar pada pukul 09.20 WIB menemukan Z sudah jatuh dari kursi rodanya dengan kondisi tubuh membiru. Z sempat dilarikan ke rumah sakit, namun nyawanya tidak tertolong.
Hasil Otopsi Polisi
Proses penyelidikan dan otopsi dari kepolisian mengungkap fakta penyebab kematian korban yang memprihatinkan.
Korban Z diduga dibunuh dengan cara dicekoki sabun colek.
Selain itu, ditemukan luka akibat jeratan tali sepatu pada leher korban.
Proses Hukum dan Penanganan Terduga Pelaku
Orang tua Z telah melaporkan kasus penganiayaan berat ini kepada pihak kepolisian pada hari kejadian. Karena terduga pelaku masih di bawah umur, penanganan hukum dilakukan sesuai ketentuan sistem peradilan anak:
Terduga pelaku K dijatuhi sanksi rehabilitasi melalui Dinas Sosial.
Terduga pelaku V dikembalikan kepada orang tuanya.
Sikap dan Tanggapan Keluarga Terduga Pelaku
Di luar proses hukum, perlakuan keluarga terduga pelaku turut menyita perhatian masyarakat:
Saling Lempar Tanggung Jawab: Kedua orang tua terduga pelaku dilaporkan saling melempar tanggung jawab atas tindakan anak-anak mereka.
Uang Takziah: Saat datang bertakziah untuk menyampaikan permohonan maaf, orang tua dari terduga pelaku hanya membawa uang duka sebesar Rp100.000.
Editor : Firda Rachmawati
