Genjot Investasi, BI dan DPMPTSP Jabar Kurasi 31 Proyek Infrastruktur Potensial

Deputi Kepala BI Jabar Muslimin Anwar saat ini pihaknya memastikan proyek investasi yang ditawarkan daerah memenuhi aspek kesiapan, kelayakan, dan daya tarik.

Genjot Investasi, BI dan DPMPTSP Jabar Kurasi 31 Proyek Infrastruktur Potensial
Suasana proses penjurian West Java Investment Challenge (WJIC) 2026 di Kota Bekasi, Senin-Selasa (27-28/7/2026). (istimewa)

INILAHKORAN.ID - Deputi Kepala BI Jabar Muslimin Anwar saat ini pihaknya dalam proses memastikan proyek investasi yang ditawarkan daerah tidak hanya memiliki potensi, tetapi juga telah memenuhi aspek kesiapan, kelayakan, dan daya tarik bagi investor. 

Untuk itu, proses penjurian menjadi tahapan penting untuk memperoleh masukan dari para ahli. Diharapkan, proyek-proyek tersebut dapat semakin siap dipromosikan dan direalisasikan. 

"Ujungnya, investasi yang masuk diharapkan mampu mendorong pembangunan daerah sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," kata Muslimin saat penjurian West Java Investment Challenge (WJIC) 2026 di Kota Bekasi, Senin-Selasa (27-28/7/2026). 

Menurutnya, sebagai salah satu provinsi dengan kontribusi terbesar terhadap perekonomian nasional, Jabar memiliki kebutuhan investasi yang terus meningkat. Khususnya pada sektor-sektor infrastruktur dasar yang mendukung pelayanan publik dan pertumbuhan ekonomi. 

Untuk itu, diperlukan proyek investasi daerah yang tidak hanya memiliki potensi, tetapi juga memenuhi prinsip Investment Project Ready to Offer (IPRO) dan Clear and Clean (CnC), sehingga mampu menarik minat investor domestik maupun internasional. 

Sejalan dengan upaya tersebut, BI Jabar bersama Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jabar menyelenggarakan proses penjurian WJIC 2026 sebagai bagian dari rangkaian pendampingan peningkatan kualitas proyek investasi daerah. 

Kegiatan itu diikuti 31 proyek investasi yang diusulkan 20 pemerintahan kabupaten/kota di Jabar dengan lima sektor prioritas yaitu pengelolaan sampah, penyediaan air, revitalisasi pasar, penerangan jalan umum (PJU), dan rumah sakit. 

Kelima sektor tersebut dipilih karena memiliki peran strategis dalam meningkatkan kualitas layanan publik sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan. 

Proses penjurian melibatkan tenaga ahli dan praktisi dari berbagai bidang yang memiliki pengalaman dalam pengembangan proyek investasi, pembiayaan, perencanaan infrastruktur, serta aspek teknis dan bisnis. Penilaian dilakukan secara komprehensif terhadap berbagai aspek, mulai dari kelayakan proyek, kesiapan implementasi, potensi ekonomi, keberlanjutan, hingga daya tarik proyek bagi investor. 

Selain memperoleh penilaian, setiap peserta juga mendapatkan berbagai masukan dan rekomendasi konstruktif untuk menyempurnakan proposal investasi agar semakin siap memasuki tahap promosi dan penjajakan dengan calon investor. 

Melalui WJIC 2026, BI bersama Pemprov Jabar tidak hanya berupaya menghasilkan proyek investasi yang berkualitas, tetapi juga membangun kapasitas pemerintah daerah dalam menyusun proyek yang semakin bankable dan memenuhi kebutuhan investor. 
Nantinya. 10 proyek investasi terbaik hasil penjurian akan memperoleh pendampingan lanjutan sebagai bagian dari persiapan menuju berbagai agenda promosi investasi, baik di tingkat nasional maupun internasional. 


Editor : Doni Ramdhani