Harga Bahan Pokok di Bandung Dipantau Berkala

Harga Bahan Pokok di Bandung Dipantau Berkala
AMAN: Ketersediaan bahan pokok di Kota Bandung masih aman berdasarkan hasil pemantauan Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin). Di tengah dinamika harga tersebut, Pemerintah Kota Bandung memastikan ketersediaan bahan pokok masih dalam kondisi aman.(INILAH/ANTARA FOTO)

INILAH, Bandung- Bagi masyarakat, perubahan harga bahan pokok di pasar bukan sekadar angka. Kenaikan harga cabai, misalnya, bisa memengaruhi pengeluaran harian, terutama bagi keluarga yang harus mengatur belanja agar kebutuhan rumah tangga tetap terpenuhi.

Di tengah dinamika harga tersebut, Pemerintah Kota Bandung memastikan ketersediaan bahan pokok masih dalam kondisi aman.

Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Bandung terus memantau harga dan pasokan di pasar tradisional maupun ritel untuk menjaga kebutuhan masyarakat tetap tersedia dengan harga terjangkau.

Kepala Disdagin Kota Bandung, Ronny Ahmad Nurudin, mengatakan pemantauan dilakukan secara berkala sesuai arahan Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan. Berdasarkan pemantauan terakhir pada Kamis (15/10), harga bahan pokok secara umum masih relatif stabil, meski terdapat perubahan pada sejumlah komoditas.

“Berdasarkan hasil pemantauan terakhir pada Kamis, kondisi harga bahan pokok secara umum masih relatif stabil. Namun, ketersediaan dan keterjangkauan bahan pokok tetap menjadi perhatian,” kata Ronny, Selasa (20/10).

Dari tujuh pasar dan ritel yang dipantau, perubahan harga tercatat pada empat komoditas cabai. Dua komoditas mengalami penurunan harga, sementara dua lainnya mengalami kenaikan.

Harga cabai rawit merah turun dari Rp88.000 menjadi Rp79.000 per kilogram. Cabai hijau keriting juga mengalami penurunan, dari Rp48.000 menjadi Rp45.000 per kilogram.

Sebaliknya, harga cabai rawit hijau naik Rp4.000 per kilogram, sedangkan cabai merah Tanjung meningkat Rp8.000 per kilogram.

Perubahan harga ini menjadi perhatian karena cabai merupakan salah satu komoditas yang kerap dibutuhkan masyarakat untuk memasak sehari-hari. Bagi rumah tangga maupun pelaku usaha kuliner kecil, pergerakan harga dapat memengaruhi cara mengatur belanja dan biaya produksi.

Menurut Ronny, cuaca menjadi salah satu faktor yang memengaruhi perubahan harga cabai. Meski demikian, hasil pemantauan di lapangan menunjukkan ketersediaan bahan pokok secara umum masih aman.

“Kami terus melakukan pemantauan agar ketersediaan dan keterjangkauan harga tetap terjaga,” ujarnya.

(yogo triastopo)


Editor : Inilahkoran