IAI Kota Bogor Sosialisasikan Dagusibu di Bubulak
Ikatan Apoteker Indonesia IAI Kota Bogor serta Sekolah Tinggi Teknologi Industri dan Farmasi (STTIF) Bogor menggelar sosialisasi Dapatkan Gunakan Simpan dan Buang (Dagusibu) obat yang baik dan benar di apotek At Thaya, Minggu 20 Oktober 2024.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bogor - Ikatan Apoteker Indonesia IAI Kota Bogor serta Sekolah Tinggi Teknologi Industri dan Farmasi (STTIF) Bogor menggelar sosialisasi Dapatkan Gunakan Simpan dan Buang (Dagusibu) obat yang baik dan benar di apotek At Thaya, Minggu 20 Oktober 2024.
Owner Apotek At Thaya Septi Widyaningsih Setyadi mengatakan, sosialisasi Dagusibu itu digelar IAI Kota Bogor dalam rangka World Pharmacy Day (WPD).
Septi menuturkan, gelaran perdana IAI Kota Bogor terkait Dagusibu itu memberikan pengetahuan kepada masyarakat terkait penggunaan obat, cara penyimpanan, hingga membuangnya.
Sementara itu, Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STTIF Bogor Harry Noviardi menjelaskan masyarakat awam harus mengetahui bagaimana mengelola obat yang baik dan benar.
"Kalau beli obat, perhatikan kemasan apakah rusak atau tidak, lihat expired date nya. Jadi kalau obat sudah dibuka expired date tidak mengikuti yang ada di kemasan. Tapi ada buyer used date ini masa penggunaan obat ketika sudah dibuka. Seperti obat sirup apabila sudah dibuka, kemudian disimpan dan enam bulan kemudian digunakan. Nah, padahal itu tidak bisa, masa penggunaan hanya 35 hari saja, maksimal. Rata-rata setelah dibuka masa simpannya hanya 35 hari saja," terangnya.
Dia manambahkan, setiap obat itu sebaiknya tidak disimpan di kulkas. Cara penyimpanan diakuinya dapat dilihat pada petunjuk penyimpanan pada kemasan.
"Sirup jangan dibuang ke tanah, takut bakteri menjadi kebal. Botolnya dibuang di tempat sampah. Kalau tablet dibuka kemasan, hancurkan butirannya, baru dibuang. Tujuannya menghindari oknum nakal, expired date dihapus dan diganti yang baru," tuturnya.
Editor : Doni Ramdhani
