IKA Unpad Jabar Targetkan IPM Naik, 96.700 Alumni Disiapkan Dukung Pembangunan

IKA Unpad Jabar menargetkan kenaikan IPM melalui kontribusi 96.700 alumni. Organisasi ini juga menyiapkan koordinasi untuk mengantisipasi risiko karhutla.

IKA Unpad Jabar Targetkan IPM Naik, 96.700 Alumni Disiapkan Dukung Pembangunan
IKA Unpad Jabar menargetkan kenaikan IPM melalui kontribusi 96.700 alumni. Organisasi ini juga menyiapkan koordinasi untuk mengantisipasi risiko karhutla.

INILAHKORAN.ID – Ikatan Alumni Universitas Padjadjaran (IKA Unpad) Jawa Barat menargetkan peningkatan indeks pembangunan manusia (IPM) melalui kontribusi nyata para alumni. Sebanyak 96.700 alumni yang berdomisili dan bekerja di Jawa Barat dinilai memiliki potensi besar untuk membantu pemerintah meningkatkan kualitas pendidikan, kesehatan, dan daya beli masyarakat.

Ketua IKA Unpad Pengurus Provinsi Jawa Barat, MQ Iswara, mengatakan kekuatan alumni perlu diarahkan untuk mendukung program pembangunan yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat.

Dari total sekitar 320.000 alumni Unpad, hampir sepertiganya berada di Jawa Barat. Jumlah tersebut dinilai menjadi modal penting untuk memperkuat kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam mengatasi berbagai persoalan pembangunan.

“Jika kita bisa membantu Pemprov Jabar dan menyelesaikan masalah-masalah yang ada di pemerintahan, kita sudah menyelesaikan sepertiga pekerjaan IKA Unpad Pusat. Sebab, sepertiga alumni IKA Unpad berada di Jawa Barat,” ujar Iswara usai pengukuhan pengurus IKA Unpad Pengprov Jabar di DPRD Jabar, Minggu (18/10/2026).

Menurut Iswara, para alumni memiliki kapasitas beragam karena berkiprah di berbagai sektor strategis, mulai dari birokrasi, dunia usaha, perbankan, hingga organisasi pengusaha. Potensi tersebut dapat dimanfaatkan untuk memperkuat pelaksanaan program pemerintah daerah.

Ia berharap keterlibatan alumni mampu memberikan daya ungkit terhadap capaian pembangunan Jawa Barat melalui komunikasi dan koordinasi yang baik dengan pemerintah daerah.

“Kalau kita ikut membantu program-program Pemerintah Jawa Barat, setelah kita berkomunikasi dengan baik, seharusnya ada daya ungkit dan kenaikan indikator kinerja,” ucapnya.

Iswara menegaskan, peningkatan IPM harus menjadi salah satu sasaran utama kolaborasi tersebut. Ia mendorong para alumni ikut berkontribusi agar posisi Jawa Barat dalam pemeringkatan pembangunan manusia terus membaik.

“Makanya tadi saya tantang, Jawa Barat harus naik. Karena ukuran pemerintah sekarang dari Human Development Index atau IPM, mari IPM dulu kita genjot,” katanya.

Ia mencontohkan target peningkatan posisi Jawa Barat dari peringkat ke-14 menjadi ke-10 pada tahun berikutnya. Peningkatan itu diharapkan berlanjut secara bertahap.

Untuk mencapai sasaran tersebut, terdapat tiga aspek yang perlu diperkuat, yakni pendidikan, kesehatan, dan daya beli masyarakat.

Di sektor pendidikan, peningkatan rata-rata lama sekolah menjadi salah satu indikator penting. Sementara pada bidang kesehatan, upaya perbaikan dapat difokuskan pada penurunan angka stunting, kematian ibu melahirkan, dan kematian bayi.

Adapun pada aspek daya beli, kontribusi alumni diharapkan mampu mendukung penguatan ekonomi masyarakat melalui program yang sesuai dengan kebutuhan daerah.

IKA Unpad Jabar Siapkan Koordinasi Antisipasi Karhutla

Selain mendorong peningkatan IPM, IKA Unpad Jabar menyoroti ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang dikhawatirkan meningkat di tengah perkiraan fenomena El Niño berkepanjangan.

Iswara mengungkapkan, indikasi titik panas mulai terpantau di sejumlah wilayah Jawa Barat. Kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai serta Gunung Gede Pangrango menjadi wilayah yang perlu mendapat perhatian.

“Kita khawatir daerah hutan dan perkebunan yang ada di kita juga terdampak nantinya, terdampak El Niño. Itu yang crash program,” tuturnya.

Sebagai langkah antisipasi, IKA Unpad Jabar berencana menggelar rapat koordinasi bersama sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) dan melibatkan para pakar. Koordinasi tersebut diharapkan dapat memperkuat upaya pencegahan dan penanganan risiko karhutla.

Iswara mengingatkan bahwa dampak kebakaran hutan tidak hanya dirasakan di wilayah sumber kebakaran. Ia juga menyoroti asap dari kebakaran di sejumlah daerah di luar Jawa yang disebut telah mencapai Banten, Jawa Barat, hingga DKI Jakarta.

Di sisi lain, IKA Unpad Jabar berkomitmen memperkuat komunikasi ant alumni dan mendukung peningkatan daya saing Universitas Padjadjaran di tingkat global.

Iswara menyebut pihaknya ingin berkontribusi dalam mewujudkan target Unpad masuk 300 besar universitas dunia. Upaya tersebut akan berjalan beriringan dengan kolaborasi bersama Pemprov Jabar untuk mendukung program pembangunan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.***


Editor : JakaPermana