Indira Fatima Rela Merantau dari Kalimatan Selatan ke Bandung Demi Sepak Bola

Meski baru menginjak usia 14 tahun, Indira Fatima memberanikan diri merantau dari kota kelahirannya Banjarmasin Kalimantan Selatan ke Bandung. Tujuannya sepak bola

Indira Fatima Rela Merantau dari Kalimatan Selatan ke Bandung Demi Sepak Bola
Indira Fatima rela merantau dari Kalimantan ke Bandung demi bermain sepak bola

INILAHKORAN.ID - Meski baru menginjak usia 14 tahun, Indira Fatima memberanikan diri merantau dari kota kelahirannya Banjarmasin kalimantan Selatan ke Bandung. Tujuannya sepak bola.

Indira mengaku tidak ada kejuaraan sepak bola putri yang bisa diikuti di Kalimantan Selatan. Sehingga ia memutuskan untuk ke Bandung untuk menjalankan hobinya bermain bola.

“Aku tinggalnya di Kalimantan Selatan. Kalau tanding di Kalimantan Selatan itu nggak ada. Terus pilih pindah ke Bandung. Lebih banyak pertandingan, Liga. Jadi lebih bagus di Bandung Liga Putrinya,” ujar Indira.

Di Bandung, Indira mendapatkan kepercayaan untuk membela Goal Aksis. Ia terlibat di Liga Putri Nasional yang bertajuk Hydroplus Soccer League 2025 yang digelar di Lapangan Infini Soegiri Pusdikpom Cimahi.

Ia mengaku belum mencetak gol untuk Goal Aksis. Sebab Indira baru bergabung dengan tim karena sebelumnya harus menjalani ujian sekolah di kota kelahirannya.

“Belum cetak gol karena baru main di kali di Hydroplus Soccer League. Hari ini sama pertandingan lawan Mojang Priangan. sebelumnya absen karena pulang (ujian sekolah) ke Kalimantan Selatan Banjarmasin,” tuturnya.

Menurutnya, Hydroplus Soccer League 2025 ini sangat membantunya dalam mengembangkan kualitasnya dalam bermain. Apalagi ia juga sempat terpanggil membela Timnas Indonesia.

“Waktu itu di AFC terpanggil (Timnas). AFF sama teman aku juga, Dian. Ada banyak pemain timnas di sini juga. Yang ikut Timnas banyak,” katanya.

Karena itu, Indira memastikan akan berusaha keras menampilkan permainan terbaiknya di Hydroplus Soccer League 2025 ini agar bisa kembali terpanggil membela Timnas Putri Indonesia. 

“Persaingan tentu sangat berat. Karena yang umur-umur kecil aja udah bagus banget. Taktik bermain bolanya udah bagus. Kalah sama yang gede-gede juga belum bagus-bagus. Jadi harus lebih meningkat lagi untuk main bola. Latihannya lebih rajin. Lebih tambah semangat lagi,” tegasnya.(Muhammad Ginanjar)


Editor : Ahmad Sayuti