Inilah Program Gelas Juara di SD Juara Bandung
SD Juara Bandung memiliki program Gelas Juara. Program itu diyakini sesuai dengan visinya menjadi sekolah literat.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - SD Juara Bandung memiliki program Gelas Juara. Program itu diyakini sesuai dengan visinya menjadi sekolah literat.
Wakil Kepala SD Juara Bandung Bidang Kurikulum Achmad Ghozali menyebutkan program Gelas Juara itu akronim dari Gerakan Literasi Sekolah Juara. Hal itu dimaksudkan guna membentuk peserta didik yang cerdas mandiri dan kompetitif.
Implementasinya, dia mengatakan ketika proses belajar mengajar itu dilakukan seluruh siswa-siswi SD Juara Bandung disuruh membaca. Bahan bacaan relatif beragam mulai dari komik, cerita berkarakter, hingga buku bacaan keagamaan seperti Muhammad Teladanku. Untuk kelas 4-6, dalam program Gelas Juara ini mereka kerap membaca cerpen KKPK (Kecil-Kecil Punya Karya).
Baca Juga: Putri George W Bush, Jenna Bush Hager Bagikan Foto Keseruan Keluarganya di Instagram
"Program literasi SD Juara Bandung digabungkan dengan gerakan cinta rasul. Jadi pendekatan literasi ini adalah dengan memasukkan kisah rasul dalam buku bacaan maupun kisah yang diceritakan guru," ujar Achmad, Rabu 13 Juli 2022.
Dia mengatakan, tujuan gerakan literasi ini sesuai dengan visi dan misi sekolah. Misi SD Juara Bandung salah satunya adalah mengajarkan keterampilan komunikasi, kerjasama, berfikir kritis, dan kreatif dari misi tersebut tentunya gerakan literasi ini sangat mendukung itu.
"Kita buat program programnya berjenjang, mulai dari kelas satu sampai kelas enam yang tujuan akhirnya adalah nanti menjadikan peserta didik yang mempunyai keterampilan komunikasi, kerjasama, berfikir kritis, dan kreatif atau biasa kita sebut dengan 4C (Collaboration, Critical thinking, Comunication, dan Creative skill), yakni keterampilan abad 21," papar Achmad Ghozali.
Baca Juga: Resmi, 3 Pertandingan Persib di Liga 1 2022/2023 Berubah
Menurut dia, sebagian besar siswa-siswi SD Juara Bandung gemar membaca buku. Bahkan ada salah satu anak yang sudah membaca seluruh buku yang ada di perpustakaan.
Oleh karena itu, pihaknya juga mempunyai program sahabat buku. Yakni, setiap anak nantinya boleh menyimpan buku miliknya di perpustakaan kelas kemudian bertukar buku dengan anak yang lain.
"Kita juga mempunyai target untuk anak-anak. Dalam satu semester anak-anak diharapkan membaca 12 buku, dalam satu tahun anak-anak sudah menamatkan 24 judul buku," jelasnya.
Baca Juga: Dugaan Suap Ade Yasin, Begini Kasus Bermula, Sekolah Agus Khotib Ikut Terbawa-bawa
Kendati begitu, ada beberapa kendala yang dihadapi oleh anak-anak tersebut, kendalanya adalah kurangnya kontrol pada program literasi ini, karena program literasi ini dikontrol langsung oleh seorang wakil kepala sekolah.
Selain itu keterbatasan buku di perpustakaan juga menjadi salah satu kendalanya, kadang-kadang anak sudah bosan karena sudah membaca seluruh buku yang ada di perpustakaan.
"Harapan saya dengan adanya program literasi ini, ya tentunya bisa menghasilkan generasi-generasi yang mempunyai kompetensi manusia abad 21, yakni ya tadi 4C," tambahnya. (Okky Adiana)
Editor : inilahkoran
