Innalillahi...Asep Maulana Ditemukan Tak Bernyawa di Bendungan Ciawi

Asep Maulana, korban hanyut banjir bandang di Cisarua, Kabupaten Bogor, akhirnya ditemukan. Sayangnya, dia sudah tak bernyawa lagi.

Innalillahi...Asep Maulana Ditemukan Tak Bernyawa di Bendungan Ciawi
Asep Maulana dikabarkan hanyut terbawa banjir bandang Sungai Ciliwung di kawasan Cisarua Puncak.

INILAHKORAN, Cisarua – Asep Maulana, korban hanyut banjir bandang di Cisarua, Kabupaten Bogor, akhirnya ditemukan. Sayangnya, dia sudah tak bernyawa lagi.

Tim SAR Gabungan menemukan Asep Maulana di Bendungan Ciawi, Kabupaten Bogor. Dia baru saja ditemukan, yakni menjelang pukul 10.00 WIB.

“Baru saja ditemukan di Bendungan Ciawi. Sekitar jam 10.00 WIB kuranglah,” informasi yang didapatkan dari BPBD Kabupaten Bogor.

Sekretaris BPBD Kabupaten Bogor, Aris Nur Jatmiko menjelaskan saat banjir terjadi, keluarga Asep Maulana yang terdiri dari empat orang panik.

“Awalnya, banjir di Saung Warga di lahan yang disewa Asep Maulana yang berada di pinggir Sungai Cisarua, hanya setinggi mata kaki,” kata Aris Nur Jatmiko kepada wartawan, Senin 3 Maret 2025.

Tetapi, tiba-tiba, hanya dalam rentang waktu lima menit, ternyata terjadi banjir bandang. Banjir bandang itulah yang menghanyutkan Yuyun, istri Asep Maulana.

Asep Maulana berhasil menyelamatkan istrinya tersebut dengan menggunakan kain seprei. “Yuyun selamat, namun Asep Maulana malah hanyut,” tambah Aris Nur Jatmiko.

Seperti diketahui, kawasan Puncak dan Kabupaten Bogor pada umumnya diguyur hujan yang deras dengan durasi cukup lama hingga menjadi penyebab terjadinya banjir bandang di kawasan Puncak, Kabupaten Bogor pada Minggu malam.

"Satu orang warga Kampung Pasanggrahan  Desa Citeko bernama Asep Maulana hanyut terbawa banjir bandang Minggu malam,” kata Aris Nur Jatmiko.

Dia menyebutkan BPBD bersama Tim Basarnas yang sudah ada di lokasi sejak tadi malam dan mulai mencari korban pagi ini.

Ia menuturkan bahwa kondisi tadi malam tidak memungkinkan jajarannya melakukan pencarian karena kondisi di aliran sungai yang gelap. (*)


Editor : Zulfirman