Jabar Diprediksi Diguyur Hujan Sepekan ke Depan, Warga Diminta Waspada Banjir dan Longsor
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Bandung memprediksi, hujan dengan intensitas ringan hingga lebat masih akan melanda sebagian besar wilayah Jabar dalam periode 13–20 September 2025.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Bandung memprediksi, hujan dengan intensitas ringan hingga lebat masih akan melanda sebagian besar wilayah Jabar dalam periode 13–20 September 2025.
Kepala BMKG Stasiun Geofisika Bandung Teguh Rahayu meminta masyarakat Jabar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi, terutama banjir dan tanah longsor.
Ayyu menjelaskan, kondisi hujan sepekan ke depan dipengaruhi oleh sejumlah faktor dinamika atmosfer. Suhu muka laut yang relatif hangat di sekitar perairan Indonesia meningkatkan suplai uap air ke atmosfer. Selain itu, Dipole Mode Index (DMI) tercatat sebesar -1,27, gelombang atmosfer Rossby Equatorial diprediksi aktif, serta labilitas atmosfer berada pada kategori labil ringan hingga kuat.
“Berdasarkan prakiraan perkembangan dinamika atmosfer pada skala global, regional, dan lokal, wilayah Jawa Barat masih berpotensi hujan dengan intensitas ringan hingga lebat disertai kilat/petir dan angin kencang,” ujar Ayyu dikutip Minggu 14 September 2025.
Pihaknya merinci, pada Selasa 16 September 2025, sejumlah wilayah Jawa Barat berpotensi diguyur hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat, di antaranya Bogor, Cianjur, Sukabumi dan Bandung. Sementara itu, hujan intensitas sedang berpotensi terjadi di Banjar, Tasikmalaya, Bekasi, Depok, Karawang, Purwakarta, Subang, Garut, Cimahi, dan Pangandaran.
Adapun untuk wilayah Bandung Raya, prospek cuaca sepekan ke depan didominasi cerah berawan pada pagi hari. Namun pada siang, sore, hingga malam hari, berpotensi hujan ringan hingga lebat. Suhu udara diperkirakan berkisar 18–31°C, dengan kelembapan udara 60–90% dan angin bertiup dari tenggara dengan kecepatan 5–17 km/jam.
Sebab itu, pihaknya mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada menghadapi dinamika cuaca yang sangat cepat berubah.
“Berdasarkan prospek cuaca sepekan ke depan, masyarakat dihimbau tetap waspada terkait masih adanya potensi hujan sedang hingga lebat yang berdampak genangan, banjir dan tanah longsor,” kata Ayyu.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga kesehatan mengingat kondisi cuaca yang fluktuatif, dari pagi yang dingin, siang terik, hingga sore atau malam berpotensi hujan. Selain itu, masyarakat diimbau selalu memperbarui informasi cuaca terkini melalui laman resmi BMKG.
Editor : Doni Ramdhani
