Jabar Diterpa Cuaca Ekstrem, BMKG Ungkap Penyebabnya
Cuaca ekstrem yang melanda Jawa Barat menimbulkan fenoma sepertihujan es banjir dan pohon tumbang ini penyebabnya kata BMKG
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Cuaca ekstrem melanda sejumlah wilayah di Jawa Barat, pada Jumat (10/4/2026). Akibatnya, cuaca ekstrem pun memicu berbagai kejadian bencana hidrometeorologi seperti hujan es, angin kencang, banjir genangan, hingga longsor di beberapa daerah.
Berdasarkan analisis Stasiun Klimatologi Jawa Barat, kejadian tersebut dilaporkan terjadi di beberapa wilayah, di antaranya Kabupaten Majalengka, Bandung, Ciamis, Subang, Bogor, dan Purwakarta.
Pada wilayah-wilayah itu ada beberapa kejadian seperti pohon tumbang, kerusakan rumah warga, hingga terganggunya akses jalan akibat genangan banjir.
Di Kabupaten Majalengka, hujan es dilaporkan terjadi di wilayah Kertajati sekitar pukul 16.00 WIB. Sementara di Kabupaten Bandung, hujan lebat disertai angin kencang menyebabkan satu rumah rusak berat serta beberapa kios mengalami kerusakan ringan di Kecamatan Cangkuang. Selain itu, banjir genangan dilaporkan terjadi di sejumlah ruas jalan di kawasan Baleendah.
Di Kabupaten Ciamis, hujan lebat memicu longsor di Desa Ciater, Kecamatan Panjalu, serta menyebabkan pohon tumbang yang merusak beberapa rumah warga di Kecamatan Kawali. Sementara itu di Subang dan Bogor, angin kencang menumbangkan sejumlah pohon yang menutup akses jalan dan merusak rumah warga.
Data pengamatan juga menunjukkan curah hujan ekstrem di sejumlah titik, seperti di Kertajati mencapai lebih dari 60 mm per jam, serta di Purwakarta mencapai sekitar 58 mm per jam. Intensitas hujan tersebut termasuk kategori hujan ekstrem.
Kepala BMKG Bandung, Teguh Rahayu, menjelaskan bahwa kondisi atmosfer saat ini memang mendukung terbentuknya awan konvektif yang berpotensi memicu cuaca ekstrem.
Menurutnya, suhu muka laut yang hangat di wilayah perairan Indonesia meningkatkan suplai uap air ke atmosfer, sementara keberadaan belokan angin dan konvergensi di sekitar Jawa Barat memperkuat pertumbuhan awan hujan.
“Selain itu, kelembapan udara di lapisan atmosfer juga sangat tinggi serta tingkat labilitas atmosfer berada pada kategori ringan hingga kuat, sehingga memicu pembentukan awan cumulonimbus yang dapat menghasilkan hujan lebat, angin kencang, bahkan hujan es,” ujar Teguh, Sabtu (11/4/2026).
BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem terutama pada siang hingga sore hari yang dapat disertai petir dan angin kencang.
Editor : Ahmad Sayuti

